Berguna untuk Melindungi Diri dan Keluarga, Jangan Takut Booster

user
danar 07 September 2022, 10:10 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Ada beberapa kendala yang dialami dan menyebabkan cakupan vaksinasi booster lama untuk naik. Salah satunya masih ada masyarakat yang enggan bahkan takut di vaksin booster karena mengetahui kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dialami oleh beberapa orang yang telah mendapatkan booster. Sama dengan vaksin sebelumnya, vaksin booster dapat menimbulkan efek samping seperti demam, kelelahan, sakit kepala, nyeri hingga muntah. Akan tetapi, efek tersebut berbeda-beda setiap orang.

"Diketahui, mendapatkan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi seseorang dan keluarga dari sakit yang parah akibat Covid 19. Setelah mendapat suntikan vaksin, seseorang mungkin mengalami beberapa gejala efek samping. Efek samping yang umum termasuk rasa sakit di tempat suntikan, demam, nyeri tubuh dan sakit kepala. Reaksi ini sering terjadi (dan menunjukkan bahwa tubuh Anda membuat respons imun terhadap vaksin) dan akan hilang dalam 1-2 hari. Jadi tidak usah takut untuk melakukan vaksin booster, karena ini aman dan telah teruji," ujar Rudi Kurniawan, Petugas Vaksinasi Posda Sleman Binda DIY saat melakukan pemantauan vaksinasi yang digelar di Kantor Kalurahan Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, Rabu (7/9/2022).

Terlebih saat ini pemerintah sudah mewajibkan booster sebagai syarat perjalanan jauh seperti yang tertuang di SE Kementerian Perhubungan Nomor 84 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 26 Agustus 2022. Aturan ini semata-mata merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat akan bahaya Covid. Syarat terbaru ini tidak berlebihan. Sebab vaksinasi booster ternyata bukan hal mudah untuk disukseskan.

“Kami terus mengedukasi masyarakat terkait prokes dan booster. Pemerintah pusat bahkan sudah memberi instruksi untuk perjalanan jauh wajib hukumnya booster. Saya rasa terobosan bagus dan wajib kita patuhi,” imbuh Rudi.

Rudi menyampaikan pandemi ini bisa segera menjadi endemi jika masyarakatnya sudah banyak yang mendapatkan vaksinasi hingga dosis ketiga. Karena jika dilihat dari kasus kematian sejak awal pandemi 2020 hingga tahun 2022 ini, angka kematian dan juga angka penularan menurun drastis, salah satunya karena sebagian besar masyarakat telah mendapatkan vaksinasi.

"Kalau kita mau pandemi ini cepat menjadi endemi maka kita harus bisa memberikan kontribusi kepada negara dan Kabupaten Sleman, agar masyarakat bisa ikut vaksin booster," pungkasnya.(*)

Credits

Bagikan