Menuju Bantul Bebas Sampah, Ekobrik Tumbuhkan Budaya Antiplastik

user
tomi 06 September 2022, 19:30 WIB
untitled

SANDEN, KRJOGJA.com - Berbagai langkah ditempuh dalam upaya memupuk kesadaran masyarakat dalam menyikapi keberadaan sampah. Dibutuhkan sinergitas antara masyarakat, perguruan tinggi serta pemerintah daerah.

Seperti dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang menerjunkan Tim PKM Dosen dan mahasiswa KKN.

Tim tersebut bersama BUMKal kalurahan Murtigading Sanden Bantul memberikan pelatihan bagi masyarakat Murtigading memanfaatkan sampah plastik menjadi ekobrik atau produk hasil daur ulang sampah.

Ketua Tim PPM dari LPPM UAD, Utaminingsih Linarti, ST MT didampingi oleh tim dosen, Fatma Hermining Astuti, ST MT serta Dedi Wijayanti, Selasa (6/9), mengatakan, pelatihan pengelolaan sampah menjadi ekobrik salah satu solusi mengatasi persoalan yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat tersebut.

"Metode pengelolaan sampahnya, botol plastik diisi secara padat dengan sampah non biologis yakni plastik. Tujuan ekobrik untuk mengurangi sampah plastik dan mendaur ulangnya menjadi media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna," ujarnya.

Dalam program yang dipusatkan di Gedung Darun Nadwah Kompleks Masjid Al Maajid Sanden diikuti 70 peserta dari 10 sekolah jenjang SD SMP perwakilan kader lingkungan di 18 pedukuhan di Kalurahan Murtigading.

Produk ekobrik selanjutnya ditukarkan dengan lemper dalam acara festival ke-2 Lemper Sanden yang diselenggarakan LPPM UAD kerjasama dengan Kalurahan Murtigading dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho ST MSc mengapresiasi kegiatan tersebut. "Program edukasi ekobrik diharapkan sanggup menumbuhkan budaya antiplastik, masyarakat bisa lebih menjaga lingkungan untuk mewujudkan terciptanya kawasan sehat dan bersih," ujarnya. (Roy)

Credits

Bagikan