Wagub DIY: Dokter Wajib Melek Teknologi

user
danar 06 September 2022, 09:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Guna mengimbangi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, seorang dokter harus melek teknologi. Pentingnya pemahaman pemanfaatan teknologi ini pasti mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.Upgrade diri tersebut penting mengingat profesi dokter selain menyehatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya juga mengedukasi.

"Dokter itu multidimensi artinya kita lepas dari sara dan religiusitas. Dokter memang harus terbiasa menghadapi mulitikutur, multi religi dan tidak membeda-bedakan, sehingga harus serba bisa. Termasuk melek teknologi," kata Wakil Gubernur (Wagub) DIY Sri Paduka Paku Alam X saat menerima audiensi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Yogyakarta, di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Senin (5/9/2022).

Wagub DIY mengatakan,perubahan diperlukan untuk menambah wawasan baru, yang sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk itu IDI Kota Yogyakarta dituntut harus bisa menjadi suatu wadah yang komprehensif dan menyesuaikan dengan zaman melalui kemudahan akses, informasi, pelayanan dan sebagainya.

Sedangkan Ketua IDI Kota Yogyakarta dr Tri Kusumo Bawono menyatakan, saat ini organisasi yang dipimpinnya beranggotakan 1.083 orang dokter. Dari jumlah itu baru sekitar 50 – 60 persen yang melek teknologi kedokteran. Untuk itu, sesuai arahan Wagub DIY, dirinya akan mengajak dokter muda angkatan 2000 ke atas untuk bergabung menjawab tantangan.

Sesuai dengan perkembangan zaman sekarang di usia lulusan tahun 2000 ke atas ini diperkirakan akan mampu menghadapi tantangan program IDI reborn. Terus-menerus belajar dan berkembang hingga kemudian akan memaksimalkan sumber daya supaya bermanfaat di masyarakat, bermanfaat pada sesama anggota IDI atau sesama dokter dan tentu saja stakeholder termasuk Pemda DIY.

"Sesuai dengan arahan beliau untuk memaksimalkan untuk teknologi telemedicine, termasuk tanda tangan resep elektronik kemudian tanda tangan verifikasi, dan semua,"ujar Tri Kusumo.

Menurutnya, IDI Kota Yogyakarta akan banyak mengadakan pertemuan semacam webinar, pembelajaran online dan offline, kemudian pelatihan-pelatihan dan tentu saja dengan hybrid. Melek teknologi bisa menjadi pembaharuan untuk mengendalikan sistem kesehatan masyarakat.

"Teknologi kesehatan saat ini sudah semakin maju dan banyak hal yang dulu tidak mungkin dilakukan saat ini bukan sesuatu yang susah. Oleh karenanya, diperlukan juga upgrade ilmu, pengetahuan, ketrampilan bagi individu dokter untuk lebih modern lagi," tambahnya. (Ria)

Credits

Bagikan