Salahgunakan BBM Bersubsidi Tiga Pelaku Ditangkap, Pertamina Sebut Penjualan ke Industri Turun 25 Persen

user
Ary B Prass 06 September 2022, 06:07 WIB
untitled

KUDUS, KRJOGJA.com- Polres Kudus menangkap tiga tersangka pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sebuah gudang di Dukuh Pondok Desa (Kecamatan) Bae Kudus.  Ketiga tesangka yaitu AW (42) warga Kecamatan Mejobo, ARY (28) warga Kecamatan Jati dan AK (29) warga Kecamatan Bae. Ketiganya masuk wilayah Kabupaten Kudus.

Dari gudang penyimpanan, polisi  mengamankan barang bukti solar bersubsidi sebanyak 17 kempu (tempat penyimpanan BBM solar terbuat dari plastik) dengan total isi seberat 12 ton, satu truk tangki nopol Z 9274 DA, dan sebuah mobil Daihatsu Granmax K 8659 WK. Petugas juga mengamankan mesin pompa air satu unit, kempu dua buah yang tidak dipakai karena bocor, dan dua buah selang panjang 10 meter.

Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama menjelaskan, berawal dari informasi masyarakat pada pertengahan Agustus lalu, bahwa di gudang milik AW digunakan menyimpan solar bersubsidi.Tim Reskrim Unit Polsek Bae kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi gudang dimaksud.

"Benar, gudang itu digunakan menyimpan barang ilegal BBM solar bersubsidi. Tiga tersangka pelaku kami tangkap, dan  sejumlah barang bukti kita amankan," ujarnya, Senin (5/11).

Sementara, PT Pertamina Patra Niaga Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mendukung jajaran Polda Jawa Tengah (Jateng) dalam pengungkapan dan penangkapan tersangka pelaku yang diduga melakukan penyalahgunaan dan penimbunan solar bersubsidi di sejumlah daerah.

Executive General Manager Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Dwi Puja Ariestya mengatakan, penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana karena sangat merugikan masyarakat dan negara.

Menurutnya, ketentuan sasaran pengguna BBM bersubsidi telah diatur pada Peraturan Presiden No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Selain itu, BPH Migas juga mengatur pengendalian BBM bersubsidi melalui SK BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/Kom/2020 tentang Pengendalian Penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu oleh Badan Usaha Pelaksana Penugasan pada Konsumen Pengguna Transportasi Kendaraan Bermotor untuk Angkutan Orang atau Barang.

"Adanya praktik  penyalahgunaan  membuat pengguna BBM bersubsidi seperti angkutan umum dan nelayan haknya terampas oleh orang tidak bertanggungjawab. Subsidi yang diberikan negara menjadi tidak tepat sasaran," ungkapnya.

Pertamina Patra Niaga selaku operator yang ditugaskan negara dalam mendistribusikan BBM bersubsidi mendukung sepenuhnya upaya kepolisian dalam mengawal dan mengawasi jalannya pendistribusian BBM bersubsidi ini. "Kami bersama pihak kepolisian, memperketat pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi," tegasnya.

Dwi memaparkan, secara bisnis Pertamina mengalami kerugian akibat praktik BBM Ilegal tersebut. Penjualan BBM Industri di sektor industri mengalami penurunan hingga 25 persen karena adanya praktik penjualan BBM ilegal yang di jual ke industri- industri hingga lintas kota. (Trq)

Kredit

Bagikan