66 Orang Pengoplos dan Penimbun BBM Diamankan Jajaran Polda Jateng

user
Ary B Prass 05 September 2022, 19:37 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com -  Sebanyak 50 kasus pengoplosan dan penimbunan BBM bersubsidi selama sebulan dalam periode 1 Agustus -3 September 2022 telah berhasil diungkap jajaran Polda Jateng.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan dari 50 kasus telah diamankan 66 tersangka. Barang buktinya   38 truk tanki dengan komposisi solar 81 ton, pertalite 3,2 ton, mobil tank 38 unit, motor 6 unit, tandon kapasitas 1000 liter 42. Dengan istimasi kerugian negara mencapai Rp 11 miliar.

"Jadi, selama periode 1 Agustus -3 September 2022 telah ditangkap pelaku penimbunan dan Pengoplos BBM di daerah Jateng", ungkap Kapolda pada jumpa pers pengungkapan kasus pengoplosan dan penimbunan BBM bersubsidi, Senin(5/9/2022) di Mapolrestabes Semarang.

Ia mengatakan migas merupakan harkat hidup orang banyak dan disaat orang membutuhkan ada segelintir orang yang mencari keuntungan pribadi dengan menimbum BBM maupun mengoplos BBM. Mengoplos Pertalite menjadi BBM Petramax yang harganya lebih mahal.

"Kita melakukan  tindakan tegas yang tidak pandang bulu dengan cara melakukan penindakan hukum", tegas Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan ada beberapa kasus menonjol. Diantaranya pengoplosan Pertalite dicampur minyak mentah menjadi Pertamax yang harganya lebih mahal. Kejadiannya di Kaliwungu Kendal dan Cilacap. Selain itu penimbumam BBM solar yang juga cukup banyak.

Di kota kretek ini diamankan dua tersangka dan disita  12 Ton bio solar. Itu dilakukan koorperasi  dengan melibatkan salah satu perusahaan PT ASS. Selain diamankan dua tersangks Kw(42), pimpinan PT ASS dan Ha, juga disita diantaranya 12 ton solar serta truk tangki.

Sementara Kw mengakui beraksi sudah tiga bulan. Ia menampung solar bersubsidi dari beberapa orang lain dengan harga sebelum ada kenaikan Rp 7 500 (harga umum Rp 5150) lalu dijual dengan truk tangki ke perusahaan Rp 8500/liter.

Kapolda menegaskan  pihaknya untuk menghindari kasus serupa terulang diterapkan penegakan hukum di wilayah Jawa Tengah. Sehingga migas yang menjadi hajat orang banyak dapat terlindungi dengan pola hukum.

Di samping itu jajaran Polda Jateng telah melakukan pengamanan baik lewat distribusinya , SPBU dan persediannya. "Prinsip jajaran Polda Jateng dengan stakholder yang ada baik itu Pertamina, Kodam IV/Diponegoro maupun Muspida akan bau membahu dalam mengatasinya. (Cry)

Kredit

Bagikan