Wajib Booster Terobosan Bagus, Jangan Takut Ikut Vaksinasi Ketiga

user
danar 04 September 2022, 11:50 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY terus mendorong masyarakat untuk mengikuti vaksinasi booster atau dosis ketiga. Keinginan tersebut diperkuat adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mulai menetapkan wajib vaksinasi booster untuk pelaku perjalanan jauh di dalam negeri. Kebijakan itu tertuang pada SE Satgas Nomor 21 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

"Kami terus mengedukasi masyarakat terkait prokes dan booster. Pemerintah pusat bahkan sudah memberi instruksi untuk perjalanan jauh wajib hukumnya booster. Saya rasa terobosan bagus," ujar Pelaksana Vaksinasi Binda DIY, Aryo Adipati, saat memantau kegiatan vaksinasi di Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Minggu (4/9/2022).

Menurut Aryo perkembangan atau capaian booster di berbagai wilayah, termasuk Sleman, menunjukkan hasil yang semakin baik meskipun terkesan lamban. Saat ini capaian vaksinasi ketiga atau booster untuk Kabupaten Sleman sudah menyentuh 45 persen. Vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah, dalam hal ini yang ditugaskan Binda bekerjasama dengan Pemda serta instansi terkait lainnya untuk menjaring masyarakat yang sampai sejauh ini belum vaksin ketiga (booster).

''Padahal kalau di luar negeri sana, sudah tahap melakukan vaksinasi booster kedua (vaksinasi keempat). Kita masih sibuk booster (vaksinasi ketiga) dan belum maksimal," ucap dia.

Aryo mengatakan, beberapa metode sudah didiskusikan untuk menggenjot capaian vaksinasi booster. Hingga kini, Binda DIY masih melakukan jemput bola bersama Dinkes, TNI-Polri serta Poltekkes untuk mengajak masyarakat melakukan vaksinasi booster.

''Beberapa sentra vaksinasi, yang salah satunya di SCH Mall juga masih dibuka. Kami pun terus mendorong para aparatur sipil negara (ASN), supaya bisa mengajak keluarganya untuk segera vaksinasi booster. Sembari edukasi kepada masyarakat terkait hal tersebut, ikut diterapkan terus,'' terang dia.

Kebijakan wajib booster bagi pelaku perjalanan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk segera vaksinasi. Ditambahkannya, capaian booster yang tergolong pelan kemungkinan disebabkan karena adanya sejumlah kekhawatiran. Mereka masih takut mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Selain itu, banyak masyarakat yang menganggap booster belum begitu penting.

''Saat kami turun kelapangan bersama Dinkes, rata-rata keluhannya tidak mau booster karena khawatir ada KIPI. Banyak masyarakat yang merasa masih sehat tanpa booster. Mungkin mereka masih belum begitu menganggap booster itu penting,'' terang Aryo.

Padahal, tambah dia, ketersediaan vaksin di setiap Kalurahan di Sleman memadai. Mereka pun terbuka dengan pelayanan vaksinasi booster, tinggal datang saja ke Kalurahan setempat atau Puskesmas. Menurut Aryo, pelayanan booster di Puskesmas sebenarnya tergolong baik.

''Walau begitu, upaya jemput bola tampaknya perlu digalakkan kembali. Binda DIY kini aktif mendatangi kantor-kantor, sekolah, pasar, atau tempat publik lainnya agar keinginan masyarakat untuk vaksinasi booster bisa muncul,'' pungkas dia.(*)

Kredit

Bagikan