HUT Ke-30, BEI Tanam 3.000 Bibit Pohon Mahoni dan Alpukat di Lereng Gunung Merapi

user
agus 03 September 2022, 21:15 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), sebagai bagian dari regulator di pasar modal Indonesia turut berkomitmen dan berperan aktif dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) penghijauan kembali berupa penanaman 3.000 bibit pohon Mahoni dan Alpukat di lereng Gunung Merapi, Desa Hargobinangun Pakem Sleman bersamaan dengan IDX Team Building 2022 yang merupakan rangkaian acara peringatan HUT ke-30 BEI.

Direktur BEI Risa E. Rustam menyampaikan pihaknya telah melaksanakan inisiatif mewujudkan serangkaian program keuangan berkelanjutan. Dalam rangka memperkuat program-program keuangan berkelanjutan tersebut, secara sistematis BEI telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang salah satunya berfokus pada kinerja keberlanjutan aspek lingkungan hidup.

“Kegiatan ini diikuti Direksi, Dewan Komisaris dan Karyawan BEI dengan total sebanyak 561 peserta. Sebanyak kurang lebih 600 bibit ditanam serentak para karyawan peserta IDX Team Building 2022 di lokasi tanam. Selebihnya bibit akan ditanam Karang Taruna dan warga setempat," ujar Risa dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/9)

Risa menjelaskan wilayah lereng Gunung Merapi terutama di bagian Selatan dipilih menjadi area penghijauan karena 80% sumber utama mata air bersih di DIY berasal dari lereng Selatan gunung Merapi. Namun, akibat aktivitas penambangan pasir yang kurang terkendali menyebabkan banyak titik sumber air bersih yang terancam kering saat ini.

“Sehingga diperlukan tindakan nyata dan segera untuk menghijaukan kembali area sumber air melalui penanaman pohon di area tersebut untuk menyelamatkan sumber air dan alam di lereng Gunung Merapi,” imbuhnya.

Risa mengungkapkan pohon Mahoni dan pohon Alpukat dipilih karena merupakan pohon yang berbatang keras, berumur panjang, mampu menyerap polusi udara, dan menghasilkan oksigen yang menyegarkan udara sehingga sesuai untuk dimanfaatkan sebagai pohon penghijauan. Sedangkan pohon Alpukat sangat cocok dengan kontur tanah sekitar Gunung Merapi dan memiliki akar yang berfungsi utama menyerap air.

"Pasca penanaman, BEI berkomitmen melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan karang taruna untuk melakukan perawatan secara berkala dan memastikan bibit pohon yang ditanam tumbuh dengan baik. Sehingga tujuan utama penghijauan di lereng Gunung Merapi dapat terwujud dengan baik,” pungkasnya. (Ira)

Kredit

Bagikan