UNU Gandeng BEI Ajak Santri dan Gen Z Berinvestasi Syariah

user
Ary B Prass 02 September 2022, 22:57 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com  - Potensi keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar. Investor saham syariah di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan. Hingga 2022 terdapat 112.248 investor atau meningkat 384 persen dalam lima tahun terakhir, dengan tingkat keaktifan mencapai 22,3 persen.

Data per 26 Agustus 2022 menunjukkan bahwa komposisi pasar saham syariah di Indonesia masih cukup dominan, dengan jumlah saham syariah mencapai 61 persen dari total saham yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 47 persen dari total kapitalisasi pasar di BEI. Dari nilai rata-rata transaksi harian, perdagangan saham syariah berkontribusi sebesar 51 persen, frekuensi transaksi 65 persen dan volume transaksi sebanyak 50 persen.

Hanya saja, investasi di lini keuangan syariah belum banyak dilirik oleh kalangan generasi muda. Termasuk mahasiswa dan santri di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Hal itu pula yang melatarbelakangi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta melalui lembaga Center for Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec), di Swiss-Belboutique Yogyakarta, Jumat (2/9/2022).

Melalui kerjasama ini, informasi mengenai keuangan syariah dan berbagai ragam investasinya akan disosialisasikan ke generasi milenial dan ‘gen Z’ di kalangan NU. Mereka akan diajak untuk tidak ragu-ragu berinvestasi syariah melalui portofolio yang tepat dan berguna bagi masa depan. Selain itu, santri dan mahasiswa diharapkan tak menjadi korban atas investasi yang tak bertanggung jawab.

Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo mengatakan, saat ini keuangan syariah tumbuh sangat pesat. Sayangnya, anak-anak muda, baik itu santri maupun mahasiswa, dipandang belum banyak ambil bagian.

"Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan literasi keuangan syariah bagi generasi muda. Termasuk mengedukasi anak muda atas ragam investasi, utamanya saham syariah. Harapannya, mereka mampu berdaya secara ekonomi melalui produk investasi yang tepat," kata Widya.

Upaya UNU Yogyakarta tersebut melibatkan BEI mengingat BEI merupakan mitra yang strategis, terutama dalam mengembangkan keuangan syariah. "Semoga inisiasi joint program dan penandatanganan MoU pada pagi hari ini dapat menjadi awal kolaborasi yang produktif antara Shafiec UNU Yogyakarta dengan BEI dalam memajukan keuangan syariah di Indonesia," kata Widya.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, BEI dan UNU Yogyakarta sepakat untuk bersama-sama mengembangkan dan memajukan pasar modal syariah Indonesia. Sekaligus menjadi salah satu tonggak penting dalam industri pasar modal Indonesia.

"UNU Yogyakarta berperan sebagai penghubung dengan perguruan tinggi NU lainnya di Indonesia. Dengan demikian, ia berharap investasi syariah dapat menjangkau secara lebih luas di kalangan santri dan mahasiswa NU," ungkapnya.

Seusai penandatanganan kerjasama, digelar talkshow  dengan tajuk ‘Santri Berani Berinvestasi: Cerdas Menyiasati Masa Depan yang Lebih Happy’. (Awh)

Credits

Bagikan