BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Tiga RS Penyelenggara Antrean Online Terbaik

user
agus 01 September 2022, 16:32 WIB
untitled

KUDUS,KRJOGJA.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membuka akses lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai pelaksana program JKN-KIS bersama mitra kerja, terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk kepuasan peserta. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, BPJS Kesehatan membuat inovasi melalui penerapan antrean online di fasilitas kesehatan (faskes) agar lebih mudah diakses melalui aplikasi mobile JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto mengatakan, penerapan antrean online membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, baik melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta peserta JKN-KIS. Sebagai pengguna antrean online, peserta akan diedukasi untuk pemanfaatan aplikasi mobile JKN, sehingga dapat merasakan manfaat bisa mengambil antrean dari rumah. "Hal itu dapat mengurangi resiko penumpukan antrean di lokasi dan mengefektifkan waktu tunggu peserta," ujarnya, usai pemberian penghargaan faskes terbaik dalam penerapan antrean online di Hotel @Home, Rabu (31/8).

Kantor Cabang Kudus saat ini membawahi tiga wilayah kerja, yaitu Kabupaten Kudus, Jepara, dan Grobogan. Terdapat 22 rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam mengimplementasikan antrean online. Dengan penerapan antrean online ini, peserta mendapatkan kepastian, kemudahan akses dan kecepatan layanan. Faskes juga lebih mudah dalam mengurus administrasinya. Selain itu ruang tunggu menjadi lebih rapi karena antrean pasien tidak menumpuk. Terkait hal itu, BPJS Kesehatan Cabang Kudus memberikan apresiasi atau penghargaan kepada tiga rumah sakit yang telah menerapkan antrean online secara optimal. Penilaian dilihat dari quality rate antrean lebih dari 90 persen rata- rata total waktu layanan kurang dari 3,5 jam, ketersediaan display antrean di loket pendaftaran, poli dan farmasi.

Ketiga rumah sakit terpilih untuk wilayah Kabupaten Kudus yaitu RSU Mardi Rahayu, RS PKU Muhammadiyah Gubug di Kabupaten Grobogan, serta RS Graha Husada Kabupaten Jepara. "Rumah sakit mitra kerja kita yang lain bukan berarti tidak baik, tetapi belum optimal. Koordinasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan antrean online di faskes terus kami lakukan," jelasnya.

Monitoring dilakukan melalui quality rate antrian, rata-rata total waktu layanan dan ketersediaan display antiran online yang bisa di akses oleh peserta. Jika ada yang belum sesuai akan disampaikan sehingga faskes dapat melakukan perbaikan. Peserta dapat mengakses antrean online di faskes dengan mendaftar melalui aplikasi mobile JKN. Setelah masuk kemudian memilih fitur "Pendaftaran Pelayanan", lalu memilih antrean di faskes tingkat pertama atau rujukan tingkat lanjutan dan seterusnya sampai mendapatkan informasi nomor antrean.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya dan Umum RSU Mardi Rahayu, dr Yuliana Wara Renaningtyas menyatakan, antrean online memberikan kesempatan untuk meningkatkan value bagi rumah sakit dan BPJS Kesehatan kepada para pasien. Karena itu memudahkan pasien ketika akan mendaftar dan memperkirakan jam periksa. Dengan begitu pasien tidak terlalu lama menunggu antrean di rumah sakit. Selain itu bisa meningkatkan ketepatan waktu dan kecepatan pelayanan, sehingga dokter bisa lebih tepat waku dalam melayani pasien.

"Direksi RSU Mardi Rahayu memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program antrean online ini agar lebih tepat waktu dan berjalan baik. Selain Vclaim, bridging antrean online kami jadikan program prioritas. Jadi kami menyiapkan programer khusus untuk mengerjakan program ini, sekaligus penanggung jawab operasional antrean online dan Person In Charge (PIC) untuk koordinasi dengan IT BPJS Kesehatan," ungkapnya.

Ditambahkan, RSU Mardi Rahayu berkomitmen menyediakan hardware dan software pendukung. Termasuk menggunakan data RSU yang sudah ada, sehingga bagian pelayanan bisa melayani sesuai dengan alurnya masing- masing. RSU Mardi Rahayu juga aktif mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi agar bisa mendapatkan masukan- masukan terkait implementasi program tersebut. (Trq)

Credits

Bagikan