Cabuli 6 Santri, Oknum Uztaz 'Dijemput' Polisi

user
tomi 01 September 2022, 09:53 WIB
untitled

BANJARNEGARA,KRJOGJA.com - SW alias JS (32) seorang pendiri, pengasuh dan guru atau ustaz sekaligus ketua yayasan pengelola sebuah pondok pesantren di Kecamatan Banjarmangu Banjarnegara harus meringkuk di ruang tahanan polisi karena diduga keras melakukan perbuatan cabul dengan 6 santrinya.

"Tersangka mengidap sejenis kelainan seksual. Ia bernafsu melihat anak yang kulitnya putih, bersih dan ganteng," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto SIK, MH kepada awak media dalam jumpa pers, Rabu (31/8).

Didampingi Kasat Reskrim AKP Bintoro Thio Pratama Kapolres AKBP Hendri Yulianto mengatakan, tersangka melakukan perbuatannya secara berturut-turut dan berlanjut sejak 2021 hingga Juli 2022. Ke-6 korban perbuatan bejat itu adalah HA (13), NN (15), FN (13), MS (13), MA (15) dan AG (15).

Kejahatan tersangka baru terungkap saat lulusan pondok pesantren di Jawa Timur dan di Jawa Barat itu pergi ke Aceh, karena istrinya melahirkan anak ke dua di sana. "Kegiatan belajar-mengajar ditangani guru atau ustadz lain. Saat itulah santri yang pernah dicabuli SW cerita kepada guru penggantinya," ujar Kapolres

AKBP Hendri Yulianto.

Salah satu korban, AG, awalnya pada 21 Juni 2011 sekitar pukul 13.00 berjalan di depan rumah tersangka. Lelaki itu memanggil dan minta AG masuk. Selanjutnya ia menyuruh AG duduk dan memesan makanan kwitiaw melalui aplikasi online untuk menjamu santri tadi.

Tersangka kemudian mengajak korban ke kamar dan menciuminya sambil meminta agar malamnya menginap di rumah tersangka. Sekitar pukul 14.30 korban kembali ke asrama pondok pesantren. Pukul 21.15 tersangka menjemput korban yang saat itu sedang tidur di asrama.

Sampai di rumah, tersangka membuka baju dan sarung korban, hingga perbuatan cabul pun terjadi. Tersangka kemudian mengajak makan, setelah itu tidur bersama hingga pukul 02.15.

Selanjutnya tersangka menyuruh AG kembali ke asrama dengan pesan agar tidak bercerita kepada siapa pun.Pasca kejadian pertama, tersangka mengajak AG lagi untuk berbuat cabul hingga 3 kali. Terakhir pada malam 29 Juli 2022.

Menurut Kapolres AKBP Hendri Yulianto, tersangka dijerat pasal 82 Ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 292 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara ditambah 1/3 karena tersangka merupakan tenaga pendidik. (Mad)

Kredit

Bagikan