Pemkab Sukoharjo Apresiasi Atlet Olahraga Berprestasi

user
Ivan Aditya 09 September 2022, 21:15 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo peringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2022 dengan jalan sehat dan pembagian penghargaan pada atlet berprestasi. Para atlet diharapkan tetap membela Kabupaten Sukoharjo dan mengharumkan nama daerah. Upacara peringatan digelar di Halaman Pemkab Sukoharjo dan Stadion Gelora Merdeka Jombor Bendosari, Jumat (09/09/2022).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak atlet berprestasi diberbagai cabang olahraga. Para atlet tersebut mampu berprestasi baik ditingkat daerah, provinsi, nasional dan internasional. Keberhasilan para atlet tidak didapat secara instansi namun melalui proses perjuangan panjang. Keterlibatan pelatih dan pengurus cabang olahraga dan induk olahraga sangat penting untuk menghasilkan atlet berprestasi bagi Kabupaten Sukoharjo.

"Para atlet berprestasi ini harus tetap terus dijaga agar kedepan tetap bisa membela Kabupaten Sukoharjo dan mengharumkan nama Sukoharjo atas prestasi yang diraihnya," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sudah berusaha memberikan perhatian lebih kepada atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga. Salah satunya berkaitan dengan penghargaan yang diberikan para atlet berprestasi.

Sementara itu dalam upacara peringatan Haornas Tahun 2022 di halaman Pemkab Sukoharjo, Bupati Sukoharjo Etik Suryani membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan, bangkitnya ekonomi dan produktivitas masyarakat melalui olahraga setelah melewati keterbatasan aktifitas fisik selama masa dua tahun pandemi virus Corona menjadi momentum peringatan Haornas yang dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985 tentang Hari Olahraga Nasional.

Kolaborasi dan komitmen yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swast dan stakeholder olahraga untuk bersama-sama dalam mencetak juara dibidang olahraga dalam prosesnya sangatlah panjang. Diawali melalui pembudayaan olahraga, pembinaan sejak usia dini, kompetisi secara berjenjang dan sistematis serta didukung dengan penerapan sport science.

Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) diharapkan mampu memberikan kontribusi pencapaian pembangunan olahraga dalam dimensi yang lebih luas yakni mewujudkan Indonesia bugar, berkarakter tangguh dan berprestasi dunia, bahkan olahraga harus mampu berperan dalam pemberdayaan ekonomi. Oleh sebab itu maka tema peringatan Haornas XXXIX Tahun 2022 ini adalah Bersama Cetak Juara.

Ketua KONI Sukoharjo Sukono mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan bantuan pendanaan dengan mengusulkan tambahan anggaran. KONI Sukoharjo sejak lima hingga enam tahun terakhir selalu mendapatkan dana stagnan pada kisaran Rp 700 juta lebih per tahun. Anggaran tersebut bahkan tidak berubah sampai sekarang.

Anggaran sebesar Rp 700 juta lebih per tahun tersebut masih sangat kurang. Sebab anggaran yang ada kemudian digunakan untuk berbagai pengurus cabang olahraga dan program KONI Sukoharjo.

KONI Sukoharjo mencatat ada 42 pengurus cabang olahraga di Kabupaten Sukoharjo. Dari jumlah tersebut sebanyak 30 pengurus cabang olahraga yang aktif. Sedangkan sisanya tidak aktif karena beberapa kendala seperti surat keputusan (SK) pengurus cabang olahraga sudah tidak aktif atau tidak berlaku serta tidak ada perpanjangan masa kepengurusan. KONI Sukoharjo sudah berusaha berkomunikasi dengan pengurus cabang olahraga tersebut namun tetap tidak ada rekomendasi terkait kepengurusan. Karena hal tersebut maka pengurus cabang olahraga yang tidak aktif tidak mendapat bantuan anggaran.

"KONI menginduk ke Dispora dan mendapat dana hibah. KONI Sukoharjo perlu penambahan dana. Kami tidak bisa menjanjikan prestasi karena tidak tergantung banyak sedikitnya uang. Namun kami tetap siap meningkatkan prestasi olahraga," ujarnya

KONI Sukoharjo dalam penggunaan anggaran yang ada diberikan dengan pengurus cabang olahraga dengan jumlah berbeda. Salah satunya bergantung dengan prestasi dan kebutuhan yang dilihat dalam rangka peningkatan prestasi atlet dan pelatih.

"Dana itu dana stimulan pembinaan. Di KONI Sukoharjo tidak ada dana peralatan dan hanya pembinaan saja. Sedangkan pembagian dana pembinaan tidak sama. Kami gunakan catatan prestasi emas, perak dan perunggu di masing-masing cabang olahraga," lanjutnya.

KONI Sukoharjo juga memiliki cadangan dana untuk kegiatan mengadakan turnamen. Selain itu ada juga sama untuk pengurus cabang olahraga yang akan mengikuti tryout. Dana tryout diberikan dengan catatan pengurus cabang olahraga diundang mengikuti kegiatan dan bukan mencari untuk ikut tryout sendiri. Kebijakan tersebut dilakukan apabila pengurus cabang olahraga diundang maka ada catatan prestasi sendiri.

Program try in juga dijalankan KONI Sukoharjo untuk peningkatan prestasi atlet. Kegiatan dilakukan terhadap cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi menonjol.

"Atlet asal Kabupaten Sukoharjo tidak hanya membawa nama Kabupaten Sukoharjo dipertandingan olahraga, namu juga nama Provinsi Jawa Tengah dan Indonesia," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan