Dalam Sebulan, Empat Kasus Narkoba dengan Tujuh Tersangka

user
Tomi Sujatmiko 12 September 2022, 19:26 WIB
untitled

Krjogja.com - PURBALINGGA - Satresnarkoba Polres Purbalingga mengungkap empat kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di wilayah Purbalingga. Dari empat kasus tersebut, tujuh tersangka berhasil diamankan berikut barang buktinya.

"Kasus terungkap dalam satu bulan yaitu di Bulan Agustus," tutur
Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono dalam konferensi pers, Senin (12/9/2022).

Didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Achirul Yahya dan Kasi Humas Iptu Edi Rasio, Pujiono menambahkan, dari empat kasus yang diungkap, dua kasus merupakan penyalahgunaan narkotika, satu kasus penyalahgunaan psikotropika dan satu kasus penyalahgunaan obat daftar G.

Dari kasus tersebut polisi mengamankan tujuh tersangka. Masing-masing FAS (20) warga Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, Purbalingga, IFR (27) dan AIS (26). Keduanya warga Desa, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.
Tersangka lainnya, SWR (28) warga Desa Kramat, Kecamatan Kembaran, Banyumas. Terakhir tiga tersangka asal Aceh masing-masing MD (25), MR (22) dan HB (27) tahun.

Barang bukti yang diamankan terdiri 19 butir obat Alprazolam, 170 butir obat jenis Tramadol, 320 butir obat jenis Trihexyphenidil, 1202 butir obat jenis Hexymer, 6 butir pil warna kuning, 1 paket klip transparan berisi 0,62 gram sabu, 1 paket klip transparan berisi 0,40 gram sabu, sejumlah uang tunai dan alat komunikasi.

Modus para tersangka yaitu mereka membeli narkotika, psikotropika dan obat daftar G secara online. Sebagian dikonsumsi sendiri dan ada yang diedarkan untuk dijual lagi.

Pada kasus narkotika, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar.

Pada kasus psikotropika, tersangka dikenakan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan atau Pasal 196 Jo Pasal 98 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya pidana penjara 5 tahun hingga 10 tahun dan denda mulai dari Rp 100 Juta hingga paling banyak Rp 1 Miliar.

Sedangkan kasus penyalahgunaan obat daftar G tersangka dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 Miliar. (Rus)

Kredit

Bagikan