81 KK di Tempel dan Sayegan Kekurangan Air Bersih Terdampak Perbaikan Selokan Mataram

user
Ivan Aditya 13 September 2022, 12:11 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Dampak penghentian aliran Selokan Mataram selama proses pemeliharaan, meluas sampai Kapanewon Tempel yakni Dusun Tangisan, Jambeyan dan Plambongan Banyurejo. Sehingga saat ini ada 81 Kepala Keluarga (KK) dan 64 hewan ternak yang kekurangan air bersih di Seyegan dan Tempel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengatakan, dampak penghentian aliran Selokan Mataram itu tidak hanya di Dusun Susukan Margokaton Seyegan. Namun juga berdampak di Banyurejo Tempel.

"Untuk di Banyurejo itu di Dusun Tangisan ada 9 KK dan Dusun Jambean ada 57 KK. Sehingga total dengan Dusun Susukan Margokaton ada 81 KK," jelasnya.

Penghentian aliran itu tidak hanya berdampak pada manusia saja. Namun kebutuhan air bersih juga berdampak pada hewan, yakni di Dusun Tangisan ada 39 ekor, Plambongan 25 ekor. "Hewan ternak itu juga membutuhkan minum. Ketika debit berkurang, otomatis hewan itu juga kekurangan air. Totalnya ada 64 ekor," terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya telah memasang hidran umum atau bak penampungan di Susukan ada 6 unit. Sedangkan di Tangisan ada 3 unit hidran umum, Jambean 6 unit hidran umum dan Plambongan 1 unit hidran umum.

"Sifatnya kalau masyarakat membutuhkan, kami langsung melakukan droping air bersih. Supaya kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi," pungkasnya. (Sni)

Credits

Bagikan