Ada 40 Ribu Perempuan DIY Hamil Dalam Setahun, Bidan Siap Kawal Agar Anak Tidak Stunting

user
tomi 11 September 2022, 12:06 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Seribu bidan DIY yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DIY berkumpul di Sahid Raya Hotel Yogyakarta, Minggu (11/9/2022) siang bersama BKKBN dan Dexa Medica. Para bidan menyampaikan komitmen mengawal ibu dan anak untuk menekan angka stunting di DIY.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DIY, Sutarti mengatakan ada lebih dari 3000 bidan di DIY yang berkarya secara aktif baik perorangan maupun kolektif. IBI DIY menurut Sutarti siap mengawal penekanan stunting termasuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui gerakan seribu bidan ini.

“Di DIY ada 40 ribu perempuan hamil dan melahirkan dalam satu tahun. Pendampingan dilakukan oleh bidan dilakukan secara kontinyu sebelum hamil, saat hamil, saat melahirkan, saat bayi bertumbuh hingga penggunaan alat kontrasepsi siap kami kawal. Kami punya pasukan untuk memaksimalkan pelaksanaan program pemerintah,” ungkapnya.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menambahkan angka kehamilan 40 ribu pertahun di DIY dinilai sangat bagus karena jumlah penduduk total mencapai 4 juta. Hasto berpesan agar para bidan membantu mengawal melalui tim pendamping keluarga yang jumlahnya mencapai 1800 bidan di seluruh DIY.

“Stunting pasti pendek tapi pendek belum tentu stunting. Kemampuan intelektual di bawah rata-rata, kalau 40 tahun ke atas makannya banyak jadi gemuk di tengah (central obest) yang terancam banyak penyakit seperti diabetes dan jantung. Hal-hal ini harus dicegah dan saya yakin bidan-bidan di DIY ini luar biasa dalam bekerja mengawal generasi kita lebih baik,” tandas Hasto.

Hasto juga mengatakan bawasanya saat ini Indonesia sedang menyiapkam generasi emas 2045 dengan bonus demografi. Apabila tak disiapkan dengan serius, Hasto mengungkap kemungkinan buruk yang terjadi di masa depan yang tentu tidak pernah diinginkan.

“Angka stunting DIY 17 persen, sudah cukup baik namun masih ada beberapa daerah yang di atas 30 persen. Ini yang harus terus kita kejar,” tandas Hasto.

Sementara, Hery Sutanto, Presiden Direktur Dexa Medica menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah menekan angka stunting.

Salah satunya dengan menciptakan HerbaAsimor mengandung tanaman katuk (berasal dari Boyolali - Jawa Tengah, Sukabumi Jawa Barat), daun torbangun (Humbang Hasundutan - Sumatera Utara, Solok Sumatera Barat, Semarang Jawa Tengah), dan ekstrak ikan gabus (Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, Musi Banyuasin Sumatera Selatan).

HerbaAsimor dapat membantu menambah kualitas dan kuantitas ASI, sehingga ibu yang telah melahirkan dapat memberikan ASI eksklusif untuk bayinya agar tidak stunting.

“Kami mendonasika HerbaAsimor dan Intervensi Stunting di wilayah Sulawesi Selatan lalu Kulonprogo DIY dan Nusa Tenggara Timur bersama BKKBN pada bulan Maret lalu. Kami terus bergerak dan berkolaborasi bersama BKKBN termasuk juga menginisiasi program edukasi untuk 1.000 bidan pendamping keluarga, guna mencegah stunting,” pungkasnya. (Fxh)

Credits

Bagikan