BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem, Musim Hujan 2022 Datang Lebih Awal

user
Ary B Prass 11 September 2022, 08:57 WIB
untitled

KRJOGJA.com - Hujan terus menerus yang terjadi beberapa hari ini membuat masyarakat bingung, sebab sebenarnya September belum memasuki musim hujan. Tapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) punya penjelasa berbeda, bahwa perkiraan awal musim hujan di Indonesia akan terjadi di bulan September hingga November 2022. Kemudian perkiraan puncak musim penghujan terjadi di bulan Desember 2022 dan Januari 2023.

Jadi pada tahun 2022/2023 ini BMKG memprediksi musim penghujan akan datang lebih awal dibandingkan normalnya. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menerangkan fenomena La Nina diperkirakan akan terus melemah dan menuju netral pada periode Desember 2022-Januari 2023.

Selain itu, fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) juga diperkirakan akan tetap negatif hingga November 2022. "Kombinasi dari kedua fenomena tersebut (La Nina dan IOD Negatif) diperkirakan akan berkontribusi pada meningkatnya curah hujan di Indonesia," ungkapnya dikutip dari laman resmi BMKG.

Dwikorita menyampaikan, prakiraan awal musim hujan ini merupakan hasil dari analisis zona musim terupdate (ZOM9120) yang telah dilakukan BMKG. Analisis ini dilakukan untuk menjamin dan memastikan prakiraan musim penghujan di Indonesia menjadi lebih akurat dan tepat.

"Zona musim terupdate (ZOM9120) ini merupakan hasil dari kegiatan Pemutakhiran Zona Musim berdasarkan Normal Curah Hujan periode 1991-2020," terangnya.

Untuk diketahui, hasil Pemutakhiran Zona Musim (ZOM9120) menunjukkan adanya penambahan zona musim di masing-masing pulau besar di seluruh Indonesia. Dwikorita menjelaskan, perkiraan awal Musim hujan di sebagian wilayah Indonesia pada September ini dari total 699 ZOM di Indonesia, sebanyak 114 ZOM (16,31%) diperkirakan akan mengawali Musim hujan bulan September 2022 meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Untuk Oktober, sebanyak 175 ZOM (25,03%) akan memasuki musim hujan pada bulan Oktober 2022, meliputi sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pada November sebanyak 128 ZOM (18,31%) akan memasuki Musim Hujan pada bulan November 2022, meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sedangkan untuk ZOM lainnya, awal Musim Hujan tersebar pada bulan Juli-Agustus 2022, Desember 2022 serta Januari-Mei 2023.

Dwikorita juga mengimbau seluruh kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah dan stakeholder serta masyarakat untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang akan memasuki cuaca ekstrem. Terutama terhadap kemungkinan dampak musim hujan dengan menyiapkan penanganan dan mitigasi kemungkinan terjadinya bencana, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana banjir.

"Pemerintah daerah dapat lebih optimal melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan normalisasi aliran sungai, daerah tampungan air, dan drainase beserta fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, pemerintah dapat melakukan penyuluhan pembuatan daerah dan sumur resapan di sekitar pemukiman rawan terdampak bencana banjir," pungkasnya. (*)

Credits

Bagikan