Debit Air Sumur 15 KK di Seyegan Berkurang

user
ivan 10 September 2022, 23:11 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Debit air sumur milik 15 Kepala Keluarga (KK) di Susukan II RT 02 RW 003 Margokaton Seyegan Sleman menyusut. Hal itu akibat dampak penghentian sementara aliran Selokan Mataram yang saat ini dilakukan pemeliharaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan aliran Selokan Mataram ini dimatikan selama tiga bulan sejak 1 Agustus 2022 karena ada pemeliharaan saluran. Hal itu menyebabkan suplai debit air ke sumur milik warga Susukan II menjadi berkurang.

“Ketika aliran selokan Mataram tidak mengalir, debit air sumur warga berkurang. Akibatnya sebanyak 15 KK kekurangan air bersih,” jelas Makwan di kantornya.

Atas keluhan dari warga, kemarin Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sleman melakukan droping air bersih untuk 15 KK. Selain droping air bersih, Tim Reaksi Cepat juga melakukan pemasangan dua unit bak penampung air atau hidran umum (HU) di lokasi.

“Kemarin kami sudah pasang 2 HU di lokasi. Rencananya nanti akan tambah 2 HU lagi. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, warga tinggal mengambil di bak penampungan itu,” terangnya.

Menurut Makwan, kegiatan droping air hanya akan dilakukan ketika masyarakat kekurangan air bersih. Diperkirakan permintaan droping air tidak banyak karena saat ini sering terjadi hujan sehingga debit air sumur warga bisa tercukupi.

“Semoga saja debit air sumur warga bisa tercukupi dengan adanya hujan yang terjadi beberapa hari ini. Tapi kalau

nanti kurang, ya kami lakukan droping air bersih,” ucapnya. (Sni)

Credits

Bagikan