Pemkab Boyolali Lanjutkan Kajian Situs Watu Genuk

user
agus 10 September 2022, 15:32 WIB
untitled

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah kembali akan melakukan kajian lanjutan situs Watu Genuk di Dukuh Genuk Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Darmanto mengatakan, kajian lanjutan ini mengandeng pihak ketiga dan didampingi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

“Ya, hari ini kita lakukan kembali kajian situs Watu Genuk bersama pihak ketiga dan kami didampingi dari BPCB Jateng,”katanya kepada wartawan,Sabtu (10/9/2022).

Dikatakan Darmanto, hasil kajian tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi tertentu sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali nantinya akan melakukan pengelolaan situs ini.

“Nanti setelah ada kajian ini, nanti hasilnya seperti apa kita tunggu. Kemudian langkah apa selanjutnya kita tunggu dulu dari hasil kajian dari BPCB ini,”jelas dia.

Sementara itu, Ketua Kepala Kelompok Kerja(Kapokja) Pemugaran BPCB Provinsi Jawa Tengah, Eri Budiarto mengatakan, pada hari melakukan surve serta pendataan situs Watu Genuk. Dari hasil kajian dengan alat tersebut nantinya akan mengeluarkan rekomendasi dari hasil kajian.

“Langkah pertama kita lakukan kajian serta melakukan surve dan pendataan. Setelah ada hasilnya baru kita lakukan langkah selanjutnya,”katanya.

Lanjut dia, setelah mendapatkan rekomendasi atau hasil tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat di Boyolali.

“Situs ini berlatar belakang agama Hindu, dan dibangun pada abad IX. Data prasasti kita juga belum menemukan, jadi kita belum bisa menentukan hasilnya seperti apa,”ujar dia.

Ia mengatakan, kajian ini diperkirakan akan berjalan selama satu bulan, setelah mendapatkan rekomendasi dari hasil kajian ini nantinya akan ditindaklanjuti dari Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Boyolali dan BPCB akan terus membantu dan mendapingi.

“Ya, kemungkinan bangunan ini sepertinya dikeliling talud atau pondasi dan ada pagar, tapi itu baru indikasi saja. Kita lakukan kajian selama satu bulan dulu, “kata dia. (R-3)

Kredit

Bagikan