Kuliah Umum Universitas Janabadra, Mahasiswa Harus Berwawasan Kebangsaan, Nasionalis dan Berjiwa Patriot

user
agus 10 September 2022, 12:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta mengadakan Kuliah Umum Semester Ganjil TA 2022/2023 di Auditorium KPH Poerwokoesoemo UJB (Kampus Pingit), Jalan Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta, Jumat (9/9/2022) diikuti seluruh mahasiswa baru. Kuliah umum ini mengawali kuliah tatap muka yang segera dimulai.

Kuliah Umum mengangkat tema 'Membangun Karakter Bela Negara dan Semangat Kebangsaan bagi Mahasiswa di Era Digital' menghadirkan narasumber Dosen Tetap Fakultas Hukum (FH) UJB sekaligus Ketua Ombudsman DIY Dr Suryawan Raharjo SH LLM dipandu moderator Dosen FH UJB, JS Murdomo SH MH.

Rektor UJB Prof Ir Nur Yuwono DipHE PhD dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, musti tergerak untuk membentuk diri agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, nasionalis dan berjiwa patriot. Dengan demikian mahasiswa dan alumnus Universitas Janabadra menjadi insan yang jujur dan amanat serta menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kuliah umum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa dengan meresapi dan memahami materi yang disampaikan, itu akan menjadi bekal selama menempuh studi maupun setelah lulus," terang Nur Yuwono. Turut hadir Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra, Drs Surjadiman MM, para pimpinan universitas dan fakultas serta para dosen.

Menurut Rektor, dengan memiliki wawasan kebangsaan yang luas, maka mahasiswa tidak akan mudah dipecah belah. Selain itu ia akan mempunyai cita-cita yang luhur untuk memajukan NKRI agar mencapai kejayaan di masa depan. Tak kalah penting selalu berpirkir kritis, beretika dan beradab dalam menyampaikan pendapat. "Berpikir kritis harus menjadi budaya mahasiswa, kritikan yang disampaikan harus berdasarkan fakta, data dan kajian yang kuat," ujarnya.

Suryawan Raharjo menuturkan, nilai-nilai kebangsaan saat ini menghadapi tekanan berupa ekonomi global, teknologi digital, hoaks dan kejahatan internasional. Oleh karena itu nilai bela negara dan kebangsaan tidak bisa diserahkan pada mekanisme pasar. "Harus ada tujuan kebangsaan yang dirumuskan, program pembinaan yang komprehensif dan kekuasaan yang melembaga," ujarnya.

Menurut Suryawan, agar mampu bersaing dan menjadi pemenang di era globalisasi, mahasiswa Janabadra musti bangga dengan Indonesia dan punya akar budaya yang kuat. Selain itu mempunyai idealisme serta tujuan yang akan dicapai. Hal itu perlu didukung dengan kemampuan memecahkan masalah, ilmu, wawasan dan diplomasi yang kuat. "Tak kalah penting selalu cermat dan berhati-hati di era digital," katanya. (Dev)

Credits

Bagikan