Dijanjikan Rp11,5 Miliar, Malah Tekor Rp319 Juta

user
tomi 09 September 2022, 15:10 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Wahyudi alias Gus Nur (47) warga Gondosuli Bulu Temanggung berurusan dengan Polres Temanggung dengan kasus penggandaan uang. Dukun palsu itu mengelabuhi korban Budi Setiawan hingga tekor Rp 319 juta.

Wakil Kepala Polres Temanggung Kompol Ahmad Ghifar mengatakan peristiwa penggandaan uang terjadi sekitar Februari 2024. Korban Budi datang bersama sejumlah teman-temannya ke rumah Gus Nur untuk membicarakan penggandaan uang.

"Pada korban, Gus Nur menyampaikan akan berusaha menggandakan uang untu mengentaskan kesulitan keuangan yang dialami Budi," kata Kompol Ahmad Ghifar, Jumat (9/9).

Dia mengatakan Gus Nur menjanjikan bisa menggandakan uang dengan berbagai syarat tertentu yang harus dipenuhi. Korban lantas menyerahkan uang tunai sebesar Rp 10 juta. uang tersebut akan berlipat menjadi Rp 11,5 miliar dalam tiga hari kemudian.

Tetapi lanjutnya, pada hari yang ditetapkan, Gus Nur menyampaikan proses penggandaan uang belum selesai. Ia meminta uang tambahan sebagai persyaratan proses penggandaan uang. Total uang yang diserahkan Rp 58,8 juta sedangkan total transfer dana Rp 192,750 juta.

Tak hanya itu, terangnya, korban juga membayar biaya akomodasi hotel hingga Rp 67,5 juta. Biaya ini akan dikembalikan oleh Gus Nur tetapi itu hanya akal-akalan saja. Gus Nur pernah memberikan kotak yang disebut berisi uang sebesar Rp 11,5 miliar pada korban, tetapi hanya pada bagian atas saja yang uang asli, sedangkan pada bawahnya hanya tumpukan kertas. Korban lantas membakar kotak dan tumpukan potongan kertas itu. "Korban merasa tertipu dengan mengalami total kerugian sebesar Rp. 319.050.000, " kata dia.

Gus Nur mengatakan tidak menjanjikan melipatgandakan uang, tetapi hanya turut berikhtiar menyelesaikan masalah kesulitan uang yang dialami Budi. Apalagi antara dirinya dengan Budi dan sejumlah temannya tidak saling kenal sebelumnya.

Sambil terkekeh, dia mengatakan uang yang didapat dari Budi tersebut untuk bersenang-senang seperti makan-makan, mencukupi kebutuhan hidup dan berkaraoke di hotel. Bahkan selama hotel dibiayai oleh korban. "Namanya juga ikhtiar dikabulkan atau tidak itu terserah Tuhan. Saya telah memberinya kotak berisi uang, " kata dia. (Osy)

Credits

Bagikan