Memasuki Masa Tanah, Penyebab Harga Cabai Meroket

user
ivan 09 September 2022, 02:32 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Ir Aris Nugroho menjelaskan, salah satu penyebab naiknya harga komoditas cabai karena saat ini di Kulonprogo memasuki masa tanam (MT) cabai, sementara cabai yang dipanen jumlahnya sedikit.

"Sekarang memang baru memasuki musim tanam. Masa panen cabai di lahan pantai kemarin sudah habis. Kemudian lahan digunakan untuk menanam sayuran, melon dan semangka. Sekarang baru MT cabai lagi," kata Aris Nugroho, Kamis (08/09/2022).

Pihaknya memperkirakan musim panen cabai di Kulonprogo sekitar satu hingga dua bulan mendatang. Aris menegaskan, sampai saat ini juga belum ada pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap penyediaan pupuk maupun bibit tanaman di Kulonprogo. Apalagi sejumlah petani sudah berinovasi menggunakan bahan bakar gas (BBG).

"Jadi pompa air dari bensin diubah dengan gas. Inovasi ini sudah dipakai sebelum ada kenaikan BBM dan bisa menghemat 50 persen biaya. Sehingga perlu dikembangkan lagi," jelasnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo ungkapnya juga telah mendapat bantuan 169 unit pompa BBG dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara itu data Sikepoku di laman Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, menyajikan harga cabai mengalami kenaikan mulai awal September.

Harga cabai hijau keriting awalnya Rp 30.833 perkilogram (kg) naik jadi Rp 32.500 perkg. Harga berangsur naik Rp 35.000 perkg hingga akhirnya tembus Rp 35.833 perkg. Demikian juga cabai merah keriting semula Rp 52.500 perkg naik jadi Rp 55.833 perkg. Kemudian naik lagi jadi Rp 57.500 perkg hingga akhirnya harga tembus Rp 71.333 perkg.

Sedangkan harga cabai rawit hijau semula Rp 46.667 perkg menjadi Rp 47.333 perkg dan naik lagi jadi Rp 48.333 perkg hingga menjadi Rp 49.167 perkg. Cabai rawit merah yang semula Rp 43.000 perkg turun menjadi Rp 45.000 perkg tapi berangsur naik jadi Rp 46.667 perkg hingga mencapai Rp 47.500 perkg. (Rul)-

Credits

Bagikan