Menuju Generasi Emas 2045: Penting Pengembangan Karakter Intelektual dan Anti Kekerasan

user
agus 10 September 2022, 08:10 WIB
untitled

SEMARANG,KRJOGJA.com - Pada tahun 2045 mendatang Indonesia diprediksi bakal merasakan bonus demografi (banyaknya jumlah penduduk) terutama angkatan usia muda (angkatan usia belasan sampai di bawah 50 tahun). Generasi yang saat ini berada di bangku SLTA dan awal awal perguruan tinggi ini (dengan ciri sangat melek IT dan internet) bakal memimpin jalannya negara dan bangsa Indonesia.

"Pengembangan karakter mahasiswa yang bersikap sebagai intelektual dan anti kekerasan, termasuk mahasiswa baru ini, sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa" ujar Walikota Semarang Dr Hendrar Prihadi MM saat mengisi kuliah umum di depan 3.500-an mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di kampus Kedungmundu, Rabu (7/9/2022) bersama Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd, Wakil Rektor I Dr Budi Santosa MSi Med dan dosen FE Unimus Dr AM Jumai.

Walikota Semarang ini mengingatkan generasi muda akan perlunya keseimbangan (berjalan bareng) antara iman, ilmu, dan keindonesiaan. Bila hanya ilmu saja yang diperkuat (tanpa iman dan keindonesiaan) maka ibarat mencetak monster. Karena dia tidak punya rasa toleransi, empati dan lain-lain. Adanya hanya "hitam dan putih" saja, dan ini sangat bahaya.

"Penting pendidikan karakter, ilmu tanpa iman ibarat lentera di tangan pencuri, bahaya" ujar walikota di hadapan para mahasiswa sekurang-kurangnya dari 33 propinsi di Indonesia ini.

Walikota juga memberi nasehat agar generasi muda menjauhi ajaran dan tindakan radikal. Karena dari data yang ada, potensi radikal saat ini banyak di daerah daerah di Indonesia dan di generasi usia sangat muda (generasi pengguna internet). Terutama sekali bagi yang aktif mencari konten konten keagamaan sendiri tanpa didampingi guru atau kyai.

"Banyak konten agama di internet yang bisa mukti tafsir serta berpotensi mengandung ajaran radikal. Lebih baik

belajar dari tokoh agama. Juga hindari muatan hoaks di berbagai bidang, termasuk bidang politik dan agama. Dua puluh lima persen hoaks mengandung isu agama, ini harus dihindari dan dijauhi" tambah Walikota.

Lebih lanjut Walikota Hendrar Prihadi yakin Indonesia bisa meraih golden era di tahun 2045 dimana banyak usia 30-40 tahunan, usia. Serta syarat lain kondisi ekonomi, politik, sosial budaya, hankam kondusif, pertumbuhan ekonomi positif, dan generasi mudanya harus kompetitif. (Sgi)

Kredit

Bagikan