SDM Bidang Pariwisata Tak Hanya Ingin Jadi ‘Tukang’

user
Ivan Aditya 13 September 2022, 13:11 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno mengingatkan agar generasi muda tidak menjadi kaum rebahan. Sebab peran serta mereka dalam memulihkan pariwisata dan perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan.

“Jangan jadi kaum rebahan, jadilah agen perubahan. Kita harus dukung pemulihan ekonomi dan sektor pariwisata Indonesia,” ungkap Sandiaga dalam webinar seminar nasional "Pariwisata Sebagai Ilmu dan Bisnis Berkelanjutan" bebarengan dengan kuliah perdana mahasiswa baru S3 Stipram Yogyakarta, Selasa (13/09/2022).

Menurut Sandiaga, pariwisata saat ini tidak hanya menjadi bisnis yang dikembangkan secara berkelanjutan. Namun sektor tersebut juga menjadi keilmuan yang bisa dipelajari secara luas oleh banyak pihak.

Ilmu Pariwisata yang dipelajari pun mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terjun di sektor ini. Terlebih pasca pandemi, beragam kolaborasi dan inovasi sangat diperlukan dalam rangka memulihkan pariwisata Indonesia.

“Inovasi dan kolaborasi dalam mengembangan pariwisata sebagai ilmu dan bisnis yang berkelanjutan demi kemajuan SDM yang unggul. Kemenparekraf sendiri dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI sudah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp4 triliun di RAPBN 2023 untuk mempercepat pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi Covid, yang dikelola Kemenparekraf untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Selain itu untuk pemulihan, kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” sambung Sandiaga.

Sementara Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) DIY, Suhendroyono mengungkapkan SDM di bidang pariwisata seringkali hanya dianggap sebagai tukang dan tidak dianggap memiliki kompetensi sehingga kinerjanya sering tak dihargai. Padahal sejak 2008, pariwisata sudah menjadi keilmuan dan bahkan sudah diijinkan membuka Strata 3.

Suhendroyono yang juga Ketua Stipram tersebut, mengungkap pariwisata harus membuktikan pada dunia indutri bahwa bukan hanya pendidikan vokasi, namun juga merupakan keilmuan yang bisa dipisahkan. Melalui keilmuan di bidang pariwisata, SDM yang dimiliki bangsa ini diharapkan mampu berperan secara optimal dalam memajukan sektor ini.

“Kompetensi dihargai tak melulu sebagai tukang. Dengan demikian pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk DIY bisa pulih lebih cepat,” tandas Suhendroyono.

Sementara, Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Nizam mengungkapkan pendidikan vokasi hingga S3 di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara Asia lainnya. Akhirnya muncul gap di sektor SDM pendidikan tinggi, termasuk dalam bidang inovasinya.

“Karenanya mahasiswa menjadi kunci memastikan akselerasi pertumbuhan ekonomi indonesia seperti yang diharapkan melalui inovasi SDM dengan terobosan kebijakan dan kerja keras pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Fxh)

Credits

Bagikan