Penutupan Permanen Pintu KA Sisi Timur Dilaksanakan 20 September

user
Danar W 14 September 2022, 08:10 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat sedang menyaiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) menjelang penutupan permanen jalur perlintasan langsung (JPL) kereta api (KA) sisi timur atau teteg wetan dekat Stasiun Wates 20 September mendatang.

Agar tidak menimbulkan protes dan masyarakat umum tahu maka rencana penutupan jalur sebidang KA teteg wetan disosialisasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Dishub kepada para panewu dan lurah di wilayah terkait, di Balai Kelurahan Wates, Selasa (13/9/2022).

Selain sosialisasi juga telah memasang sejumlah spanduk bertuliskan rencana penutupan di area teteg wetan tersebut. Kepala Dishub Kulonprogo, Drs Bowo Pristiyanto menuturkan, rekayasa lalin yang akan diterapkan telah melalui proses komunikasi cukup lama yakni sejak 2021 lalu. Sehubungan penutupan JPL nomor 685, divider atau pembatas jalan di teteg wetan yang sekarang ditutup oleh water barier nanti akan dibuka.

Tentang rute lalu lintas, yang dari arah Timur atau Swalayan HW bisa langsung ke Barat menuju kawasan Alun-alun Wates. Sedangkan masyarakat yang melewati teteg kulon harus melewati underpass Kemiri yang berada sekitar 600 meter ke arah Timur dari teteg wetan.

"Dalam rekayasa lalin kami juga mempertimbangkan masukan dari masyarakat, lurah dan panewu setempat," ungkapnya.

Sehingga pihaknya mempersiapkan rambu lalu lintas khususnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang selama ini menjadi keluhan masyarakat ketika melintas di underpass Kemiri. Saat ini sudah 12 LPJU terpasang di sepanjang underpass Kemiri. Ke depan jumlahnya kemungkinan akan ditambah enam LPJU lagi melalui APBD Perubahan.

Bowo mengungkapkan, untuk rekayasa lalin di ruas Jalan Diponegoro Wates tetap dibuat dua arah, karena terdapat pergerakan ekonomi di kawasan tersebut. Secara rekomendasi teknis di pertigaan DPRD Kulonprogo juga perlu ada lampu lalin atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). Tapi pemberian APILL dimaksud masih dalam proses komunikasi.

"Mungkin dalam waktu 2-3 bulan ini belum bisa kita realisasikan karena masih proses komunikasi. Tahap awal, di pertigaan Gedung DPRD akan diberi penanda memasang water barier atau rambu tambahan," jelas Bowo.

Dishub juga telah mempertimbangkan kemungkinan terjadi kemacetan lalin di pertigaan Kantor DPRD jika nanti dipasang lampu APILL.
Deputi Executive Vice Presiden, PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Ririn Widi Astuti mengatakan, penutupan teteg wetan telah direncanakan dan dikomunikasikan dengan kepala daerah setempat pada akhir 2021 lalu. Penutupan dilakukan seiring frekuensi perjalanan KA semakin menyamai kondisi normal sebelum pandemi Covid-19.

Penutupan JPL KA teteg wetan juga mempertimbangkan akan bertambahnya frekuensi perjalanan KA bandara tahun depan. Seiring meningkatnya penumpang yang menggunakan jasa penerbangan di Yogyakarta International Airport. (Rul)

Credits

Bagikan