Senapati Nusantara Gelar Pameran Keris Miliaran Rupiah dari Toraja di Yogyakarta

user
Ary B Prass 14 September 2022, 12:57 WIB
untitled

Krjogja.com - Senapati Nusantara, organisasi induk pecinta keris terbesar di Indonesia menggelar Musyawarah Agung di Hotel Ros Inn Yogyakarta, 17-18 September 2022. Selain memilih sekjen periode 2022-2026 dan pengusulan Hari Keris Nasional setiap 25 November, ajang tersebut akan memamerkan 77 tosan aji dari berbagai wilayah Nusantara. 
 
Ketua Panitia Musyawarah Agung Senapati Nusantara, Nurjianto mengatakan sudah ada banyak kolektor tosan aji dari berbagai wilayah Indonesia mengkonfirmasi hadir dalam agenda akhir pekan nanti. Hal tersebut selain bermakna untuk iklim keris tanah air, sekaligus menjadi gairah ekonomi bagi pegiat tosan aji.
 
Gus Poleng, sapaan akrab Nurjianto mengungkap beberapa keris langka akan dipamerkan di antaranya dua keris dari era Majapahit yakni Keris Naga Sasra bergelar Shang Hyang Antaboga dan Keris Kyai Sekar Anggrek. Diterangkan, selama ini keris-keris langka dan berusia ratusan tahun yang sering dipamerkan adalah dari era paska Majapahit yakni era Demak, Pajang dan Mataram Islam. 
 
“Baru di Musyawarah Agung Senapati Nusantara 2022 kali ini keris dari era Majapahit dipamerkan secara terbuka. Banyak yang klaim memiliki keris Nagasasra Majapahit yang asli tetapi sampai saat ini masih diragukan keasliannya bahkan di berbagai musium keris dunia, tidak ditemukan keris Nagasasra tanguh Majapahit,” ungkapnya pada wartawan dalam temu media, Rabu (14/9/2022). 
 
Keris Nagasasra Majapahit banyak diklaim sirna hilang di telan bumi. Namun, dalam Pameran Keris Menuju Indonesia Bangkit bebarengan dengan Musyawarah Agung, keris dari era Majapahit muncul kembali setelah melalui kurasi serta kajian para pakar keris Nusantara.  
 
“Keris ini memiliki ciri khusus antara lain adalah bentuk kepala naga pada gandik keris dan badnya menjulur sampe atas dengan hiasan kinatah serta sisik emas pada bagian badannya dan bilahnya berpamor Hurap atau Wesi Purosani. Munculnya keris ini pertanda bagus karena melambangkan kekuasaan, kekuatan, kewibawaan, kemakmuran dan kepemimpinan. 
 
Di era Majapahit ada sosok Empu Supo Mandrani yang bergelar Pangeran Sedayu yang salah satu mahakaryanya adalah keris dengan dapur Naga Sasra. “Itu cerita legendaris soal keris bahwa Keris Naga Sasra dibikin oleh Empu Supo ketika ada gejolak dan pandemi untuk mengatasi kegaduhan yang muncul di seantero kerajaan,” terang Gus Poleng.
 
Sementara, Ketua Organizing Committee (OC) Musyawarah Agung, Fendi Prayitna menambahkan selain Keris Naga Sasra, dalam agenda itu juga akan dipamerkan keris-keris yang dimiliki oleh raja-raja Nusantara lainnya seperti Keris Singo Barong, Junjung Drajad dan Rondoro. Selain pameran, bursa perdagangan yang ada menarget perputaran uang hingga Rp 5 miliar selama 3 hari bursa. 
 
Target tersebut dianggap tak muluk karena dalam event bursa biasa di Surabaya pada 2020 lalu yang juga diselenggarakan oleh Senapati Nusantara mencatat ada transaksi lebih dari Rp 3 miliar. “Nah Musyawarah Agung Senapati Nusantara (MAS) 2022 ini kan even besar, ribuan kolektor datang setelah 2 tahun tidak ada transaksi, mulai ramai lagi sejak Lebaran lalu. Bursa besok akan jadi puncak perdagangan tosan aji di Indonesia pada tahun ini,” terangnya. 
 
Selain akan menghadirkan keris-keris pemula dengan harga Rp 2-10 juta, keris-keris seharga puluhan juta dan ratusan juta bahkan milyaran juga akan hadir di bursa. Salah satu yang sudah memastikan hadir di bursa adalah kolektor besar dari Bali bernama Haji Tris Heryanto yang membawa beberapa keris langka dan sebuah topeng emas.
 
Fendi menerangkan Tris Heryanto akan membawa Keris Toraja, Keris Bali dan Parang dari Sumba. Ketiganya memiliki warangka dan gagang terbuat dari emas dan bertatah batu mulia. Keseluruhan ada 77 keris yang ditampilkan, mewakili seluruh Nusantara. 
 
“Umur kerisnya diperkirakan 500-an tahun dengan harga Rp 2-3 milyaran. Nah yang juga istimewa beliau juga akan menjual Topeng Emas langka dari Lombok dengan harga Rp 1,5 miliar. Semoga saja setidaknya salah satu koleksi beliau laku di bursa, jadi ramai lagi bursa tosan lagi nasional kita,” kata Fendi.
 
Fendi membocorkan ada sekitar 15 bupati yang memastikan hadir di MAS 2022 yang tentu akan makin meramaikan bursa sekaligus mendorong adanya dukungan para pelaku budaya tosan aji di kabupaten masing-masing. Dan yang istimewa, Bupati Sumenep, kabupaten di Madura yang dikenal sebagai kota keris, memastikan hadir untuk berbagi mengenai perkembangan teknologi dan skill pembuatan keris di sana.
 
“Kita di sini, Bantul punya Imogiri yang merupakan pusat warangka keris terbesar di dunia. Senapati Nusantara ingin mendorong kedua daerah ini berkolaborasi dalam upaya branding sebagai daerah penghasil tosan aji terbesar di dunia,” pungkasnya. (Fxh)

 

Credits

Bagikan