'Panen Karya' SMA N 2 Bantul Misi Putus Mata Rantai Perundungan di DIY

user
Agusigit 14 September 2022, 17:11 WIB
untitled

BANTUL - SMA N 2 Bantul meluncurkan program 'Panen Karya' projek penguatan profil pelajar pancasila kirukulum merdeka', Rabu (14/9). Dalam acara tersebut jadi momentum untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi tantangan dikemudian hari. Program tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi untuk mengekpresikan diri sesuai projek yang diambil.
 
Kepala SMA N 2 Bantul, Isti Fatimah MPd didampingi Pimpinan Projek Yakun Paristri MPd memberikan apresiasi  kepada siswa, pimpinan projek yang sudah bekerja keras dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.  "Salah satunya projek yang tadi sudah disampaikan pimpinan project yang dikenal 'Panen Karya' projek penguatan profil pelajar pancasila kirukulum merdeka," ujarnya. Dalam acara itu juga dihadiri Kepala Bidang Dikmen DIY, Bahtiar Nur Hidayat, Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi SPd MM.
 
Nantinya kata Ismi, panen karya dari anak-anak kelas X merupakan projek pertama untuk dijadikan gambaran ataupun bisa diimplementasikan di sekolah sekitar. "Dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Sehingga semua kegiatan yang dijalankan maupun evaluasi tersebut digunakan sebagai acuan untuk kegiatan berikutnya," ujarnya.
 
Pimpinan  projek, 'Panen Karya' penguatan profil pelajar pancasila kirukulum merdeka SMA N 2 Bantul, Yakun Paristri MPd menambahkan,  jika projek tahap 1 ini bertema 'Bangunlah jiwa dan raganya' dengan judul 'Kesejahteraan Fisik dan Mental di Era Digital'. "Dihadapan kita telah terpampang karya siswa yang merupakan manifestasi pemahaman mereka terhadap upaya menciptakan kesejahteraan fisik dan mental di era digital dengan menolak dan menghapus segala bentuk perundungan," ujarnya.
 
Dalam ajang tersebut ditampilkan 18 karya cerita pendek dalam ontologi cerpen kamar nomor 41. Kemudian 13 karya esai yang dibukukan dengan judul anak merdeka, 3 film pendek dengan tema perundungan serta 23 poster dan 35 infografis. "Karya tersebut bukan titik akhir dari projek penguatan profil pelajar Pancasila, tapi merupakan momentum untuk menciptakan komitmen bersama mewujudkan SMA N 2 Bantul sebagai sekolah yang menjamin kesejahteraan fisik dan mental warga sekolah di era digital ini. Termasuk menginisiasi gerakan mental, mencegah, menolak dan memutus mata rantai perundungan di DIY," ujarnya.
 
Kepala Bidang Dikmen DIY, Bahtiar Nur Hidayat  mengatakan, jika Panen Karya di SMA N 2 Bantul punya artis sangat penting bagi perkembangan siswa. "Artinya dalam sebuah tahapan belajar, proses punya arti sangat penting. Bagaimana proses sejak awal ini kemudian sampai simbol panen Karya  di SMA N 2  Bantul ini," ujarnya. Bahtiar juga mengatakan setiap ilmu tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu siswa harus peka terhadap perubahan. (Roy)
 
 
 

Credits

Bagikan