Tanggapi Pernyataan Effendi Simbolon, Danrem 072: TNI AD Solid Jaga NKRI

user
Danar W 14 September 2022, 16:38 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Anggota Komisi I Fraksi PDIP Effendi Simbolon (ES) mendapatkan sorotan dan kritik keras usai melempar isu renggangnya hubungan Jenderal TNI Andika Perkasa dan Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam forum rapat DPR RI belum lama ini di Jakarta.

Komentar Effendi Simbolon pun sempat menimbulkan kegaduhan dan terlihat di sosial media. Berbagai kecaman dan ancaman pun muncul terhadap politisi anggota Komisi I DPR RI ini.

Komandan Korem 072/Pamungkas, Brijend TNI Puji Cahyono SIP MSi menanggapi tenang situasi di media sosial yang sedang viral, terkait komentar ES beberapa waktu lalu. Dirinya berharap anggota TNI AD tetap solid meski mendapat cibiran pedas.

"Komisi I DPR RI adalah salah satu mitra kerja TNI, dan terkait pernyataan salah satu anggota Komisi I, DPR RI yang mengatakan TNI seperti gerombolan, pernyataan tersebut rasanya kurang pas. Apalagi berita tersebut beliau dengar hanya isu, seharusnya beliau (Efendi Simbolon) anggota DPR RI tersebut, mengkorfirmasi kebenaran informasi tersebut terlebih dulu kepada yang bersangkutan," ujar Danrem disela-sela kegiatan audiensi Ketua Perbakin Daerah Istimewa Yogyakarta dan Rombongan, dipimpin oleh GKPH Probodiningrat, bertempat di Makorem 072/Pamungkas, Yogyakarta, Rabu (14/9/2022).

Banyak pihak menilai lontaran-lontaran politisi PDI Perjuangan ini mengandung muatan yang berpotensi mengesankan pecah belah di tubuh TNI AD dengan mengesankan ketidak harmonisan di tubuh TNI AD. Bahkan tidak sedikit yang menyebut Effendi Simbolon tidak paham menyangkut relasi struktur di tubuh TNI.

"Kalau dikatakan kita TNI sebagai gerombolan ya…, pasti banyak yang tersinggung! Para Prajurit juga tersinggung, pada intinya dengan adanya situasi yang sedang viral dimedia tersebut, TNI tetap solid, para prajurit tidak terpengaruh dengan pernyataan salah satu anggota DPR RI tersebut, karena Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai tulang punggung untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.(*)

Credits

Bagikan