Jelang Penyaluran BLT BBM, Dishub Karanganyar Data Pelaku Usaha Angkutan Umum

user
Agusigit 16 September 2022, 16:15 WIB
untitled

Krjogja.com - KARANGANYAR - Sebanyak 1.520 pelaku usaha angkutan umum, ojek konvensional dan ojek online didata dalam program bantuan langsung tunai (BLT) BBM. Dinas Perhubungan (Dishub) masih akan memverifikasi calon penerimanya sebelum menyalurkan dana bantuan via rekening bank.

Kepala Dishub Karanganyar, Sri Suboko mengatakan data ribuan pelaku usaha angkutan umum tersebut sudah dikunci usai inventarisasi selesai per Senin (12/9). Dari jumlah itu terdata 600-an ojol roda dua dan roda empat, 120-an ojek pangkalan dan awak serta pemilik armada angkutan umum yang tergabung di Organda. Data mereka dihimpun dari paguyuban masing-masing. Sri Suboko mengatakan, data dari golongan angkot dan bus meliputi pemilik armada, sopir dan kru.

Data dari Dishub tersebut dipaparkan dalam rapat kerja bupati bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Terdapat dua OPD yang juga menyerahkan data sasaran pemberian BLT BBM, yakni Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi (Disddagnakerkop) UKM. Tiga OPD tersebut mendapat penugasan menyalurkan BLT BBM bersumber APBD perubahan 2022. Penting diketahui, penyaluran BLT BBM didasari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022. Penjabarannya, Pemerintah Daerah ditugaskan menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU).

“Kita belum tahu berapa anggaran pasti untuk program BLT BBM. Tugas kami hanya mendata sasaran saja. Itu pun masih akan diverifikasi agar tidak tumpang tindih yang disasar Dinsos dan Disdag pada program yang sama. Pendataan ini dilandasi NIK. Ada kemungkinan ojol ber-KTP Karanganyar namun narik orderan di luarnya atau sebaliknya,” kata Suboko kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (16/9).

Setelah lolos verifikasi, calon penerima diminta membuka rekening bank untuk mendapat transfer BLT BBM. Seiring hal itu, Bupati akan menerbitkan Perbup tentang penyaluran BLT BBM berikut SK penerimanya.

“Semua penyaluran ini berikut by name by addres dilandasi regulasi SK penerima berikut Perbup,” katanya.

Ia tak memungkiri tarif angkutan umum mengalami penyesuaian pascakenaikan harga BBM subsidi. Kenaikan tarif tersebut terjadi secara spontan. Saat ini, ia sedang mengajukan skema kenaikan tarif ke Bupati Karanganyar.

“Akan diputuskan sesuai aturan resmi untuk penyesuaian tarif. Saat ini, tarif yang naik bersifat spontanitas dari pengusaha,” katanya.

Sementara itu Kepala BKD Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan BLT BBM telah ditetapkan di RAPBD perubahan 2022 yang diambilkan dari DTU dengan komponen Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil (DBH).

“DAU dan DBH dari pusat diambilkan untuk belanja penanganan dampak inflasi kenaikan harga BBM subsidi. Rencana akan dibagikan setelah semua bantuan nasional ke daerah selesai dibagi. Nah, bagi yang luput-luput mendapatkan bansos dari pusat, akan diprioritaskan mendapatkan BLT BBM. Rencana bupati seperti itu. Tentunya setelah evaluasi kondisi terkini perkembangan di masyarakat,” katanya. (Lim)

Kredit

Bagikan