UGM Ciptakan Tongkat Pintar Multifungsi Berbasis Internet

user
Tomi Sujatmiko 17 September 2022, 07:07 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Mahasiswa UGM mengembangkan inovasi tongkat pintar multifungsi untuk deteksi kesehatan dan proteksi bagi lansia serta penyandang tunanetra.

Tongkat yang dinamai In- SWALST (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time Health Monitoring) ini dilengkapi sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real-time.

Tongkat ini dikembangkan oleh Kristian Bima Aryayudha (Elektronika dan Instrumentasi), Kenniskiu Fortino Kurniawan (Ilmu Komputer), Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah (Teknik Mesin), Johana Gracia (Kedokteran), Yovanti Trifa Mivea (Elektronika dan Instrumentasi), Elmara Nugra Ristia (Kehutanan), dan Fatma Tiara Mahfudiani (Kehutanan).

Aryayudha menyampaikan pengembangan tongkat pintar bermula dari keinginan tim untuk menciptakan alat sederhana dengan banyak fungsi yang menguntungkan bagi lansia dan tuna netra. In-SWALST dikembangkan dengan sejumlah fitur penting seperti sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real-time.

Tongkat ini menurut Aryayudha bisa memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tuna netra. Tongkat In-SWALST akan bergetar saat terdapat objek di depan pengguna yang berjarak sekitar 75 cm yang dapat menurunkan risiko jatuh karena menabrak objek bagi para lansia dan tuna netra.

“Untuk menekan risiko jatuh pada lansia dan tuna netra kami mengintegrasikan sensor posisi sehingga saat tongkat maupun pengguna terjatuh maka alarm pada tongkat akan berbunyi sehingga orang sekitar bisa datang memberikan bantuan,” ungkapnya pada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Salah satu mahasiswa lain, Abdul Adzim menambahkan untuk mengurangi risiko terpeleset pengguannya, tongkat pintar dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi genangan air. Sensor ini bekerja dengan menghasilkan getaran yang bisa langsung dirasakan oleh para lansia dan tuna netra saat berada di genangan air.

Tak hanya itu, In-SWALST juga dilengkapi dengan fitur GPS yang bermanfaat untuk mencari lokasi terakhir dari tongkat yang bisa diakses melalui website milik In- SWALST. Selain itu, saat pengguna berada pada kondisi kurang cahaya atau gelap, lampu LED yang tersedia pada tongkat akan otomatis menyala.

In-SWALST merupakan sebuah terobosan baru yang dikembangkan sebagai bentuk kepedulian bagi lansia dan tuna netra. Diharapkan In-SWALST dapat menjadi salah satu alat kesehatan yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para lansia dan tuna netra.

“Ke depannya, kami juga berharap tongkat In-SWALST bisa terintegrasi dengan pihak rumah sakit dalam hal monitoring kesehatan pasien lansia dan tuna netra. Kami juga berharap dengan terealisasikannya PKM-KC ini, In-SWALST dapat berguna dan memudahkan para lansia dan tuna netra dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Fxh)

Credits

Bagikan