Pencairan Optimal BLT BBM alami Dilema, Antara Target dan Bebas Pandemi

user
Primaswolo Sudjono 17 September 2022, 06:17 WIB
untitled

Krjogja.com - GUNUNGKIDUL - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) ditargetkan dapat cair 100 persen dan tepat sasaran. Namun demikian, dalam pelaksanaannya di lapangan di Gunungkidul ditemukan dilema untuk mencapai target tersebut. Terdapat sejumlah warga justru memilih tidak mengambil bantuan tersebut, karena menolak divaksinasi Covid-19. Aturan wajib divaksin tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati, bahwa penerima bantuan melaksanakan program vaksinasi pemerintah, yakni Covid-19. Mengingat tingkat vaksinasi di kabupaten tersebut, masih rendah dibandingkan kabupten/kota di DIY, sehingga menghambat upaya keluar dari pandemi.

Guna mendorong kesadaran warga, khususnya keluarga penerima manfaat (pbm) Pemkab Gunungkidul menyediakan layanan vaksinasi di lokasi pencairan BLT BBM yang disalurkan melalui Pos Indonesia, sehingga warga bisa menghikuti proses pencairan BLT sambil vaksinasi. Namun demikian, ditemukan warga yang memilih menolak divaksinasi padahal kondisi badannya sangat fit, dan memilih melepaskan kesempatan melakukan pencairan bantuan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, My Esti Wijayati yang melakukan pemantauan pelaksanaan pencairan BLT BBM di DIY, menemukan dilema pencairan tersebut saat meninjau penyaluran BLT melalui Pos Indonesia di tiga Kalurahan Sidorejo, Semin dan Sumberejo Kapanewon Senin, Gunungkidul, Jumat (16/9).

Menurut Esti, adanya aturan di Gunungkidul bahwa penerima BLT harus menunjukkan kartu vaksin, merupakan kebijakan yang baik. Namun demikian aturan tersebut perlu dikaji, terutama bagi penerima yang mengalami kendala untuk divaksin. Terlebih saat ini, warga penerima sedang membutuhkan untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM.

Meski demikian Esti mengapresiasi kepada Pemkab Gunungkidul yang memfasilitasi para penerima BLT yangg belum divaksin, dengan menyediakan tenaga medis untuk vaksinasi di lokasi. Sehingga warga yang belum divaksin dosis 1, 2 atau boster bisa dilakukan di tempat. Diharapkan warga semakin menyadari pentingnya vaksinasi Covid-19, sehingga ke depannya bisa lepas dari pandemi.

Pihaknya melakukan peninjauan, untuk memantau lebih jauh terkait pelaksanaan pencairan BLT BBM. Harapnnya, pencairannya bisa lebih optimal, sehingga tahun ini, pengembalian dana bantuan sosial ke kas negara, bisa menyusut.

"Kami harapkan, dana bantuan sosial bisa tersalur dengan baik dan tepat sasaran. Tahun 2021 lalu, dana bantuan sosial secara nasional dikembalikan Kemensos sebesar Rp 1,1 triliun. Kita harapkan tahun ini tidak bisa diminimalkan, " ujar Esti Wijayati.

Selama peninjauan, Esti ditemui Panewon Semin Haryanto, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Asti Wijayanti, Kepala Kantor Pos Gunungkidul Apong Siti Rohmah dan para lurah di masing-masing kalurahan.

Dari pendataan dari Pos Indonesia Gunungkidul, dari target realisasi Kamis (14/9) sebanyak 28.828 keluarga penerima manfaat (kpm), sehingga terealisasi 26.965 kpm, atau pencapaian 90 persen.

Esti juga berharap para penerima dana BLT menggunakan dengan baik. Karena tujuan dari pencairan membantu warga yang berhak, seperti PKH yang terkena dampak kenaikan harga BBM.

Terkait kebijakan penerima BLT di Gunungkidul, Panewon Semin, Haryanto mengemukakan, harus sudah divaksin karena menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Gunungkidul. Surat edaran tersebut mengacu pada Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri Dalam Negeri.
"Semata-mata surat edaran ini untuk semakin menyadarkan warga pentingnya vaksinasi Covid-19. Namun kita temukan, beberapa warga memilih tidak divaksin ketimbamg menerima BLT. (Jon)

Kredit

Bagikan