Cerita Pegiat Keris Haru Bisa Pameran Lagi, Keris Laku hingga Rp 150 Juta

user
Agusigit 17 September 2022, 11:33 WIB
untitled

BANTUL - Pandemi memporak-porandakan banyak segi kehidupan masyarakat di seluruh dunia tak terkecuali dunia perkerisan nasional. Sejak awal 2020, praktis tak ada aktivitas besar yang mempertemukan para pelaku perkerisan nasional. 
 
Baik para pelaku budaya spiritualis keris, para empu, pemerhati budaya, kolektor, pemerintah, swasta, maupun para pegiat ekonominya, semua seperti mati suri karena mematuhi perintah untuk tidak melakukan pertemuan besar. Ketua Pelaksana Harian organisasi induk keris terbesar di Indonesia, Senapati Nusantara, MM Hidayat, mengungkap masa-masa kelam 3 tahun terakir seperti sirna dalam sekejap dengan berlangsungnya Musyawarah Agung Senapati Nusantara (MAS) 2022 yang disertai dengan pameran dan bursa keris yang telah dimulai pada Jumat 16 September kemarin.
 
“Kami, panitia MAS sampai nangis, semalam sampai nangis semua, barengan nangis dan mengucap syukur. Antusiasme dan semangat kawan-kawan benar-benar seperti slogan MAS 2022 ini yakni Keris Nusantara untuk Indonesia Bangkit,” ungkap Hidayat saat pembukaan MAS 2022 di Hotel Ros In, Yogyakarta, Sabtu (17/9/2022). 
 
Hidayat menjelaskan, di hari pertama MAS pada Jumat (16/9/2022) dari 73 paguyuban yang tergabung dalam Senapati Nusantara sudah 85 persen hadir. Di meja bursa atau trading keris dari rencana 90 stand ternyata harus tambah 70 lagi sehingga total ada 160 meja stand penjualan bursa keris.
 
Para pelaku bursa keris datang dari seluruh penjuru nusantara seperti Jawa Timur dan Madura, Bali dan Lombok, Sulawesi, Sumatera, Jakarta, Jabar, Solo, Jogja, Semarang, dan daerah-daerah yang bahkan belum bergabung menjadi anggota Senapati Nusantara. “Semalam kita ketambahan 1 anggota paguyuban lagi, dari Jombang,” sambung Hidayat.
 
Antusiasme para pelaku budaya dan spiritual keris serta para pelaku bursa keris ternyata juga sama dengan antusiasme para kolektor dan masyarakat umum peminat keris. Pada hari pertama menurut Hidayat sebuah stand penjualan melaporkan sudah sukses mendapat penjualan senilai Rp 90 juta, lalu dari Jawa Barat dan Surabaya melaporkan masing-masing sukses menjual Rp 150 jutaan.
 
“Semua laporan hari pertama belum masuk, kita perkirakan sudah lebh dari Rp 1 miliar di hari pertama kemarin. Perilaku kolektor juga edan-edan seperti menumpahkan kegembiraannya, mereka banyak yang masang tulisan siap barter dengan keris di mobilnya masing-masing. Padahal harga mobil-mobil kolektor itu minimal Rp 250 juta, mereka rindu membeli keris hebat,” lanjutnya. 
 
Sementara, Wasekjen Senapati Nusantara yang juga Ketua Umum MAS 2022, Nurjianto memaparkan Senapati Nusantara adalah organisasi perkerisan nasional yang pertama mengawali penyusunan naskah akademik hari keris. Senapati juga jadi yang pertama meengawali pengajuan Hari Keris Nasional. 
 
Selain itu SN juga organisai yang mengawal Bupati Sumenep untuk menepatkan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris. Dan sekarang, pada MAS 2022 di Jogja kali ini Senapati Nusantara akan menandatangani kerjasama dengan Kabupaten Sumenep dalam penyusunan Perda Rencana Strategis Pengembangan Keris.
 
“Hari ini kita akan tandatangani MoU kerjasama penyusunan perda yang akan jadi pilot projek yang bisa dicontoh oleh daerah lain seluruh Indonesia bagaimana mengembangkan ekosistem perkerisan, dari sisi spiritual, pendidikan, art, sains metalurgi, seni kriya, dan juga elemen ekonomi UMKM-nya,” papar Nurjianto.
 
Perda tersebut di antaranya akan memberi arahan bagaimana pengembangan SDM pengrajin dimana di Sumenep ada 700-an empu dan pengrajin sehingga penting untuk dibuat rencana peningkatan kualitas SDM-nya. Kedua, masalah sosialisasi dan pemasaran. Sosialisasi di antaranya bagaimana di satuan pendidikan dari SD sampai universitas bisa dikenalkan dengan sejarah dan kebudayaan keris termasuk di dalam sains keris.
 
Pemasaran seperti bagaimana daerah memiliki anggaran untuk melakukan pameran secara rutin dan kerjasama dengan instansi lain seperti saat ini karya Mpu dan pengrajin di Sumenep mendapat banyak pesanan souvenir keris untuk acara G-20.
Dan ketiga, aspek pelestarian yang erat kaitannya dengan perdagangan yakni bagaimana pemda bisa memfasilitasi pengiriman ke dalam dan ke luar negeri sehingga bisa ikut menjaga artefak-artefak, keris-keris tua untuk tidak lari ke luar negeri.
 
“Kalau satu dan dua sukses kan perdagangan bisa diganti dengan keris karya empu-empu masa kini sehingga artefak akan tetap di Indonesia. Kita butuh museum keris, kurator, dan juga para penjaga gawang tapi juga dengan cara membantu, soal pengiriman ke LN ini selama ini jadi masalah besar karena lewat jalan belakang. Nah, sudah dibuat terbuka saja,” lanjut Nurjianto yang juga akrab dipanggil sebagai Gus Poleng ini. 
 
Nurjianto menegaskan bahwa puncak acara MAS 2022 akan membedah strategi untuk memberi pemahaman pada pemerintah terutama Kemendikbud untuk segera menetapkan 25 November, hari disahkannya keris sebagai warisan tak benda oleh Unesco, sebagai hari keris nasional.
 
“Gak perlu bahas yang rumit-rumit, jika dijadikan hari nasional dan diwajibkan semua ASN, Polisi dan Tentara untuk pakai keris sehari saja dalam setahu berarti akan ada 5 juta keris yang terjual. Kalikan rata-rata sejuta saja sudah Rp 5 triliun rupiah putarannya,” pungkas Gus Poleng. (Fxh)

Credits

Bagikan