Meriah! Lomba Burung Perkutut Piala Raja Hamengku Buwono Cup

user
Agusigit 17 September 2022, 13:15 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Ribuan suara burung perkutut yang terkurung dalam sangkar burung berwarna-warni saling bersahut-sahutan, sehingga menyita perhatian masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga ringan jalan santai dan joging di Alun-alun Kidul Yogya, Sabtu (17/9). Keberadaan burung perkutut di lokasi Alun-alun Kidul tersebut oleh para pemiliknya diikutkan dalam lomba Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono Cup XXXI-2022.

Kegiatan lomba suara alam burung perkutut tersebut diselenggarakan oleh P3SI Pengwil DIY bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi DIY, berlangsung selama dua hari Sabtu-Minggu (17-18/9).

Panitia penyelenggara Dhofir mengatakan, lomba seni suara alam burung perkutut kali ini diikuti sebanyak 1.050 peserta. Mereka berasal dari luar DIY, di antaranya dari Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok dan tuan rumah Yogyakarta. Dari 1.050 peserta yang ambilbagian, mereka akan mengikuti tiga kelas mata lomba yaitu hanging (perkutut yang masih kecil), piyik junior dan piyik senior. Kelas hanging terdiri 4 blok. Juara I-III mendapatkan Piala Mahkota Raja. Begitu pula peringkat I-XX memperoleh Piala tetap.

“Untuk kelas piyik Junior (1/2 tiang) terdiri 5 blok. Juara I-III mendapatkan Piala Mahkota Raja dan peringkat I-XXV mendapat piala tetap. Sedangkan untuk kelas piyik senior (pool tiang) terdiri 4 blok, memperebutkan Piala Mahkota Raja dan peringkat I-XX mendapatkan Piala tetap. Yang menarik dan menambah meriahnya lomba seni suara alam burung perkutut ini juga melibatkan para joki yang berada di pinggir gantang (tiang) penyangga sangkar burung peserta ,” ujar Dhofir.

Menurut Dhofir, dalam lomba seni suara alam burung perkutut yang dinilai untuk menentukan juaranya adalah suaranya yang ditandai dengan bendera kecil berwarna. . Semakin banyak bendera yang ditancapkan oleh tim jury berpeluang juara baik untuk kelas hanging, piyik junior maupun piyik senior. “Dalam lomba seni suara alam burung perkutut tidak ada hadiah uangnya. Hanya saja kalau burung peserta menjadi juara, maka nilai jual burung tersebut bisa miliaran rupiah, tapi semua tergantung si pemilik burung yang menjadi juara,” papar Dhofir.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menentukan burung peserta menjadi juara, panitia penyelenggara menyiapkan tim jury setiap bloknya terdiri 3 Jury yaitu Dewan Jury, koordinator dan jury yang khusus menancapkan bendera tanda bunyi burung peserta yang mendapat penilaian dari tim Jury. “Khusus untuh hari kedua, Minggu (18/9), lomba seni suara alam burung perkutut, melombakan kategori dewasa junior dan dewasa senior,” pungkasnya. (Rar)

 

Credits

Bagikan