Resmikan Grha Padmanaba, Sultan Ingatkan Sekolah Tak Minta Sumbangan ke Ortu Siswa

user
Ivan Aditya 17 September 2022, 19:11 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meresmikan sekaligus menerima bangunan mewah tujuh lantai di kompleks SMAN 3 Yogyakarta, Grha Padmanaba, Sabtu (17/09/2022) sore. Gedung senilai Rp 17 miliar ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi para pelajar dalam mempersiapkan masa depan.

Sultan mengatakan selama 19 tahun menjadi gubernur DIY, baru kali pertama ia menerima gedung yang dibangun oleh para alumni sekolah. Kemampuan alumni Padmanaba untuk mengkonsolidasi seluruh potensi yang ada menjadi modal sosial berharga yang diharapkan bisa terus dijaga ke depan.

“Ya, baru ini saya menerima gedung yang dibangun alumni. Ini tidak mudah mengkonsolidasikan alumni. Bagi saya, modal sosial ini harus bisa dijaga, karena kekuatan Jogja hanya modal sosial itu, sumber daya alam tidak ada yang ada SDM, itu saja. Bagaimana memperkuat modal sosial bukan menumbuhkan egoisme sosial bagi individunya. Kami sangat menghargai dua tahun kerja panitia dengan keiklasannya, mengingatkan nagih supaya nyumbang itu tidak mudah,” ungkap Sultan di depan para alumni yang juga donatur Grha Padmanaba.

Sultan juga mengatakan, Pemda DIY mengetahui adanya kekurangan dana pembangunan di mana saat ini gedung belum terisi dengan fasilitas sesuai yang diharapkan. Karena itu, Pemda DIY membuka pintu dialog untuk merumuskan bersama pendanaan ke depan untuk menyelesaikan pembangunan Grha Padmanaba.

“Kami bersedia menerima penyerahan itu, saya juga tahu kekurangannya. Untuk itu saya bisa koordinasi dengan Bu Hendry (Ketua Alumni Padmanaba) saja, mau dilanjutkan seperti apa. Tetap alumni ini kompak dan mendekat. Dengan menerima itu saya bisa cawe-cawe biarpun bukan alumni. Apakah kekurangan kami yang mengambil alih atau sekali lagi alumni memberikan sumbangannya, ya mungkin kita bersama alumni bisa mengundang bapak ibu, bagaimana membantu kekurangan ini seiklasnya sambil makan malam bersama, misalnya begitu. Kami juga tidak mungkin membantu untuk tahun anggaran ini, baru bisa untuk tahun depan,” sambung Sultan.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mengingatkan para alumni untuk tidak membebankan kekurangan pembangunan pada pihak sekolah. Pasalnya, sekolah dilarang untuk menghimpun sumbangan dari siswa dan orangtua.

“Jangan dibebankan pada kepala sekolah, dia tidak bisa menarik uang dari orangtua murid. Jadi jangan sampai dibebankan. Justru jadi temuan KPK nanti kalau menarik bantuan dari orangtua. Bebankan saja pada pemerintah daerah untuk membantu. Kalau bisa silahkan diselesaikan, kalau tidak kita bisa diskusikan apa yang perlu diselesaikan. Jangan sampai apa yang telah dilakukan akhirnya tidak membawa manfaat. Semoga dari bangunan ini lahir calon pemimpin baru, berintegritas lebih baik daripada kita-kita yang sekarang meneruskan ini,” pungkas Sultan.

Sementara, Hendry Saparini, Ketua Alumni SMAN 3 Yogyakarta, mengungkap gedung Grha Padmanaba diresmikan setelah dua tahun dikerjakan dengan sumber daya dari donatur dan alumni. Dana yang telah dikeluarkan mencapai Rp 17 miliar hingga akhirnya terselesaikan bangunan megah di sisi sebelah utara barat bangunan SMAN 3 Yogyakarta.

“Dua tahun, hari yang kami tunggu tiba. Keluarga Padmanaba menyelesaikan gedung ini, menyerahkan pemanfaatan gedung ini kami serahkan pada Pemda DIY untuk tidak hanya dimanfaatkan siswa SMAN 3 Yogyakarta, tapi juga pelajar di DIY dan Indonesia. Kami berharap Grha Padmanaba ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” terang Hendry.

Grha Padmanaba akan difungsikan untuk berbagai kegiatan siswa. Ruang-ruang kelas, laboratorium hingga ruang pentas tersedia yang harapannya bisa memaksimalkan potensi siswa karena selama ini mengalami keterbatasan di bangunan utama sekolah yang masuk dalam cagar budaya.

Peresmian Grha Padmanaba sendiri bebarengan dengan kegiatan Lustrum XVI SMAN 3 Yogyakarta. Berbagai kegiatan dilakukan mulai pentas seni hingga olahraga seperti Padmanaba Run juga bakti sosial. (Fxh)

Credits

Bagikan