Mengaku Petugas Metrologi, Palsukan Cap Tanda Tera

user
Ivan Aditya 18 September 2022, 00:32 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Seorang pelaku pemalsu cap tanda tera, AM (32) warga Masaran Kabupaten Sragen berhasil ditangkap petugas Polres Sukoharjo. Penangkapan dilakukan setelah ada laporan dari korban. Pelaku dalam menjalankan aksinya mengaku sebagai petugas Balai Metrologi Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Sabtu (17/09/2022) mengatakan, kronologi kejadian berawal ketika pelaku yang merupakan seorang reparatir timbangan mempunyai ide untuk melakukan peneraan terhadap timbangan. Pelaku berkeliling mencari korban yang akan melakukan tera timbangan.

“Karena pada saat pelaku ini bekerja di reparasi timbangan milik orang lain, ia pernah mengambil timbangan dan membantu proses tanda tera. Jadi dengan pengetahuan yang dimilikinya ini, pelaku kemudian memiliki ide untuk pemalsuan cap tanda tera,” ujarnya.

Pelaku dalam menjalankan aksinya dibantu saudaranya yang berinisial R. Pelaku dan R berkeliling dari satu tempat ke tempat lain mencari korban.

Saat melakukan aksi pelaku mengaku berasal dari Balai Metrologi Kabupaten Sukoharjo. Pelaku mendatangi para korbannya kemudian mengambil timbangan yang kemudian melakukan pemalsuan cap tanda tera.

“Setelah timbangan para korban sudah dipalsukan cap tanda tera-nya, pelaku kemudian mengembalikan timbangan tersebut kepada korbannya. Pelaku juga memberi kwitansi untuk meyakinkan para korban," lanjutnya.

Pelaku menarik uang kepada korban atas jasanya membuat cap tera timbangan sebesar Rp 120.000 per timbangan. Korban membayar sejumlah uang sesuai permintaan pelaku.

Korban yang merasa curiga atas perbuatan pelaku kemudian melakukan pengamatan. Korban kemudian semakin melihat kejanggalan pelaku membuat cap tanda tera timbangan. Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkan ke Polres Sukoharjo.

Mendapat laporan atas kejadian tersebut, Polres Sukoharjo kemudian melaksanakan rangkaian penyelidikan, dan mengamankan pelaku. Polisi berhasil menangkap pelaku setelah mendapat identitas dari para korban.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 255 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. "Dalam kejadian ini ada tiga korban akibat perbuatan pelaku membuat cap tera timbangan palsu," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan