Warga Kapanewon Kasihan Cermati Pinjol Ilegal Tak Terdaftar di OJK

user
Ivan Aditya 17 September 2022, 23:32 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - RM Wibisono yang bertugas mewakili Ketua Komisi XI DPR RI, H. Kahar Muzakir melakukan sosialisasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (17/09/2022). Masyarakat diingatkan agar mencermati berbagai bentuk Pinjaman Online (Pinjol) yang hari ini sangat mudah diakses melalui smartphone atau perangkat gadget.

Menurut delegasi dari DPR RI ini, kemajuan teknologi dengan adanya smartphone atau perangkat gadget membuat warga lebih mudah untuk mengakses Pinjol yang banyak muncul di berbagai layanan digital. Untuk menjaga kemanan data pribadi warga yang mengajukan pinjaman melalui Pinjol, RM Wibisono menghimbau agar warga untuk melakukan pemeriksaan keabsahan Pinjol itu resmi terdaftar di OJK atau tidak terdaftar.

“Memang Pinjol itu lebih mudah diakses, dan bisa membantu warga untuk menunjang peningkatan kegiatan perekonomian. Tapi monggo (silahkan) dicek dulu legalitas Pinjolnnya di OJK dulu biar warga tidak terbebani nantinya," ungkap Wibisono. 

Wibisono, tidak semua Pinjol itu resmi dan terdaftar di OJK, masyarakat bisa mengecek kebenaran atau keabsahan Pinjol itu agar tidak ada permasalahan dikemudian hari yang merugikan masyarakat saat melakukan pinjaman online. Ia juga menjelaskan, dari data nasional, peminat pinjol di DIY terus meningkat setiap tahunnya. 

“Hal ini menurutnya karena kemudahan dalam mengakses dana dengan syarat yang tidak terlalu rumit, cukup secara daring dan pengiriman data yang mudah diakses, bisa dilakukan dimana saja, dan dana bisa langsung cair sehingga banyak yang tergiur langsung mengajukan Pinjol tanpa melihat keabsahan lembah Pinjol ke OJK terlebih dulu,” tandas dia. 

Sementara, masyarakat dari Kapanewon Kasihan, Bantul antusias menerima informasi dari OJK yang memang berkompeten di bidang ini. Tidak sedikit warga yang melakukan tanya jawab pada para pembicara. 

"Kita masih belum terbiasa dengan sistem pemeriksaan Pinjol di OJK. Ayah saya sudah sepuh (tua), ada cara yang ramah bagi orang tua saat akan memeriksa keabsahan Pinjol di OJK. Takutnya nanti ayah saya justru takut masuk gedung OJK yang besar dan dijaga satpam," ungkap Desti salah satu warga. 

Sosialisasi yang dilakukan OJK pada masyarakat tampaknya masih harus dilakukan. Apalagi, literasi digital masyarakat belum sepenuhnya merata yang memungkinkan semakin banyak orang terjerat Pinjol ilegal. (Fxh)

Credits

Bagikan