Membangun Karakter dan Menumbuhkan Orientasi Santri di Era Smart Society

user
Danar W 18 September 2022, 10:58 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam Krapyak Yogyakarta menggelar Talkshow Inspiratif dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten. Talkshow Inspiratif yang bertema Membangun Karakter dan Menumbuhkan Orientasi Santri di Era Smart Society 5.0 tersebut dilaksanakan di halaman Komplek Nururssalam, Jumat (16/09/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nururssalam KH. Fairuzi Afiq Dalhar mengatakan bahwa pendidikan santri sebenarnya sudah bagus, namun harus lebih inspiratif lagi dalam menghadapi masa-masa yang akan datang. Harapannya Talkhsow Inspiratif ini menjadi proses edukasi bagi santri untuk menghadapi era yang akan datang, sehingga santri dapat menyesuaikan diri pada perkembangan zaman

“Santri sebenarnya sudah bagus sekali, dipuji dimana-mana, khususnya dalam akhlakul karimah maupun ketauhidan jelas santri nomor satu. Karena eranya ini berubah, maka santri harus lebih inspiratif lagi dalam menghadapi masa-masa yang akan datang,” ungkap KH. Fairuzi Afiq Dalhar , Jumat (16/09/2022).

Hadir dalam talkshow tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Ihsan Lirboyo Kediri Ning Imaz Fatimatuz Zahro (tokoh milenial), Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Imroatul Azizah, M.Ag, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Moh. Tamtowi, M.Ag. Ketiganya memberikan edukasi terkait bagaimana menumbuhkan orientasi santri di era yang semakin berkembang ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Ihsan Lirboyo Kediri, Ning Imaz Fatimatuz Zahro mengatakan bahwa seorang santri harus bisa menjawab tantangan zaman dengan tetap merelevansinya dengan ajaran agama pada ajaran agama islam.

“Di era ini kita harus bersikap dan berpikir maju serta mengikuti pola perkembangan zaman, namun tidak melupakan identitas kita sebagai seorang muslim dan warga negara Indonesia. Jika kita berbicara relevansi, maka kita juga mengatakan bahwa islam ini rahmatanlil alamin,” ujar Ning Imaz.

“Kita harus menjawab tantangan-tangan dengan merelevansinya dengan ajaran-ajaran agama, yang mana ajaran agama ini paling tidak bisa dirasakan sebagai solusi daria problematika yang ada,” lanjut Ning Imaz.

Sementara itu, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Imroatul Azizah, M.Ag mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan di era globalisasi adalah mentalitas santri dalam menggunakan HP, buka pembatasan yang berlebihan.

“Peraturan dalam penggunaan HP monggo seperti apa, yang jelas yang perlu dikuatkan itu mentalitasnya. Agar semua santri menggunakan HP itu untuk kebaikan,” kata Dr. Imroatul Azizah, M.Ag.

Ia mempertegas bahwa santri sekarang adalah generasi digital, jadi tidak mungkin jika santri dibatasi secara ketat tanpa adanya kelonggaran dan pemahaman terhadap pemakaian internet.

Dalam kesempatan yang sama Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. H. Moh. Tamtowi, M.Ag mengatakan bahwa tradisi pemikiran pesantren sudah sangat mapan dan kuat.

“Turos kita ini sudah sangat luar biasa, cuman bagaimana turos itu dibaca di era sekarang ini. Yang terpenting saat ini adalah membaca tradisi secara smart,” ungkap Dr. H. Moh. Tamtowi, M.Ag.

Dr. Tamtowi juga menambahkan bahwa anti barat itu juga salah. Ambillah cara pandang modernnya, bukan konsumen produk-produk pemikirannya.(*)

Credits

Bagikan