Pengasuh Ponpes Krapyak Yogyakarta Gus Hamid: Belajar Baca Alquran Tak Bisa Kilat

user
Tomi Sujatmiko 18 September 2022, 13:09 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Belajar membaca Alquran perlu dilakukan sejak masih kanak-kanak. Sebab Alquran berbahasa Arab dan banyak huruf maupun kata dalam bahasa Arab yang pengucapannya sulit, kecuali sudah dibiasakan sejak kecil.

"Karena itu belajar membaca Alquran itu tidak bisa kilat. Bahasa Arab itu jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Kalau bahasa Indonesia pengucapannya mudah. Sedang bahasa Arab kalau tidak dibiasakan sejak kecil atau kanak-kanak, pengucapannya akan banyak yang salah," kata pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, KH Abdul Hamid bin Abdul Qodir Munawwir.

Hal itu disampaikan pada pengajian umum dalam rangka Haflah Khotmil Quran di Pondok Pesantren Al-Munawwir Kompleks Nurussalam Krapyak Yogyakarta Sabtu (17/9) malam. Acara juga dalam rangka peringatan haul Ny Hj Salimah Munawwir (ke-55), KH Dalhar Munawwir ke-14 dan Ny Hj Siti Makmunah ke-44. Sebelum mau'dzoh hasanah diisi tahlilan dipimpin Dr KH Mu'tashim Billah, pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran Sleman.

Menurut KH Abdul Hamid yang juga cucu KH M Moenawwir, pendiri pesantren di Krapyak, orang dewasa atau orang tua akan sulit bisa belajar membaca Alquran, paling tidak membutuhkan waktu lama, karena harus banyak mengulang-ulang sehingga pengucapan atau makhrojnya benar.

"Karena itu kalau ada yang bilang dengan metode tertentu orang bisa membaca Alquran dalam waktu seminggu, saya tidak percaya. Haihaata-haihaata, " tegasnya sambil mengingatkan para orangtua agar mengajari anaknya membaca Alquran sejak, misalnya dimasukkan ke pesantren.

Sementara itu pengasuh Ponpes Al-Munawwir Nurussalam Krapyak, H Fairuzi Afiq kepada Krjogja.com menjelaskan, pada kesempatan ini diwisuda santriwati yang khatam Alquran, baik bil hifdzi atau khatam secara hafalan, bin-nadzri (khatam dengan membaca), maupun khatam Juz Amma. “Khotimat yang khatam bil hifdzi ada 28 orang, bin nadzri 29, dan khatam Juz Amma 27 santri,” katanya.

Ditambahkan, rangkaian acara sudah dimulai sejak akhir Agustus lalu. Diawali dengan Majelis Simaan Khotimat bil Khifdzi (27-28 Agustus), disusul bakti sosial (4 September) dan Majelis Simaan Ibu Nyai se-DIY dan ziarah santri putra (Kamis, 15 September). Kemudian pada Jumat (16/9) kemarin dilaksanakan ziarah santri putri dan kajian fiqih wanita. Sedang pada Sabtu (17/9) pagi dilaksanakan temu wali santri dan temu alumni.  (Fie)

HALAMAN

Kredit

Bagikan