Sudah Punya Tiga Calon, Pelantikan Pj Sekda Kulon Progo Dipertanyakan

user
Tomi Sujatmiko 18 September 2022, 14:25 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Bambang Tri Budi Harsono dilantik menjadi penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo menggantikan posisi Astungkoro yang pensiun. Ketua DPW Perindo DIY Yuni Astuti mengatakan jika pelantikan Pj Sekda ini menjadi sesuatu yang tidak wajar dikarenakan proses pengisian jabatan Sekda sudah dilakukan oleh Pemkab Kulon Progo.

Sebagaimana diketahui panitia seleksi jabatan Sekda Kulon Progo telah melakukan sejumlah mekanisme sesuai aturan untuk pengisian jabatan tersebut. Tahapan ini berupa pendaftaran, uji kompetensi, wawancara hingga pengumuman nama-nama calon untuk mengisi jabatan Sekda Kabupaten Kulon Progo. Ada tiga nama yang diumumkan oleh panitia seleksi untuk mengisi jabatan Sekda Kulon Progo yakni Arif Prastowo, Riyadi Sunarto dan Triyono.

Tiga nama itu sudah diumumkan pada 18 Agustus lalu dan seharusnya pada 1 September 2022 salah satu dari ketiga nama itu dilantik menjadi Sekda Kulon Progo. “Kita tahu jika saat ini posisi Bupati Kulon Progo dijabat oleh seorang Pj. Ini kok sekarang jabatan Sekdanya juga diisi oleh Pj. Padahal, semua tahapan seleksi hingga muncul nama-nama terbaik untuk mengisi jabatan sebagai Sekda Kulon Progo sudah sampai ke tangan Pemda DIY. Namun kenapa justru memilih menunjuk Pj Sekda," ungkap Yuni Astuti pada wartawan, Minggu (18/9/2022).

Kader Pemuda Pancasila asli Kulon Progo ini menilai jika tampuk pengambil kebijakan tertinggi di Kulon Progo ini semuanya diisi oleh Pj maka akan ada kendala yang muncul. Ada keterbatasan dalam pengambilan kebijakan yang dikhawatirkan merugikan masyarakat serta sistem birokrasi di kabupaten paling barat DIY ini.

“Ya kalau posisinya sebagai penjabat tentu akan berbeda dengan yang definitif. Ada keterbatasan dalam mengambil kebijakan. Apalagi ini baik bupati maupun sekda semuanya dijabat Pj. Tentu merugikan bagi masyarakat dan sistem birokrasi di Kulon Progo. Jangan sampai birokrasi di Kulon Progo dirugikan oleh kepentingan politik tertentu,” sambungnya.

Yuni menduga adanya muatan politik tertentu dalam proses pemilihan Sekda Kulon Progo hingga akhirnya menunda pelantikan Sekda definitif sehingga mengangkat Pj Sekda. “Ini mengapa saya pertanyakan dan menduga-duga, jangan-jangan ada muatan politik tertentu dalam proses pemilihan Sekda sehingga menunda pelantikan Sekda definitif dan harus mengangkat Pj terlebih dahulu. Tapi semoga dugaan saya ini tidak benar,” pungkas Yuni. (Fxh)

Credits

Bagikan