Go Digital di Sektor Logistik, Kominfo Gandeng Deliveree

user
Ivan Aditya 19 September 2022, 09:11 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, bersinergi bersama dengan perusahaan logistik digital Deliveree menggelar kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Digital Trucking Sektor Logistik. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan pelaku jasa logistik tersebut, dibalut dengan diskusi yang membahas berbagai materi diantaranya transformasi digital sektor strategis logistik, dukungan dan kebijakan terkait Digitalisasi Sektor Logistik di Kota Yogyakarta serta Pemanfaatan Digital Trucking sebagai salah satu inisiatif dalam rantai nilai logistik Last Mile Delivery.

Digital Trucking pada Last Mile Delivery merupakan istilah yang digunakan dalam manajemen rantai pasok dan perencanaan transportasi untuk menggambarkan pergerakan orang serta barang dari suatu pusat transportasi ke tujuan akhir. “Momen ini dilakukan untuk memaksimalkan tranformasi digital tak terkecuali inisiatif di sektor logistik,” kata Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis Satu Kementerian Kominfo RI, Wijayanto, di Yogyakarta, Jumat (16/09/2022).

Menurutnya, keuntungan dari adanya Digital Trucking ialah dapat memungkinkan pelaku bisnis jasa logistik mendapat informasi dengan jelas karena sistem dan jaringan yang sudah terintegrasi satu sama lain. "Selain itu, juga dapat meningkatkan efisiensi pengiriman serta mencipatakan mobilitas yang lebih baik karena dapat diakses di mana saja dan kapan saja dalam hal manajemen dan pengelolaan datanya," ujarnya.

Anto, sapaan akrabnya menambahkan, dengan adanya Digital Trucking pula lah, hanya dengan satu ponsel, pelaku bisnis dapat dengan mudah mendapat akses ke data yang handal dan akurat serta mencapai manajemen yang terorganisir, sehingga seluruh proses logistik mencapai efisiensi yang lebih besar dalam proses kerjanya.

"Tentunya ini dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam proses pengiriman, karena sistem pengiriman memungkinkan sistem dan teknologi lainnya berperan lebih besar dibandingkan dengan peran manusia. Otomatisasi karena terpantau rutenya, bisa membantu mengurangi kesalahan dalam pengiriman," jelas Anto.

Dari hal tersebut, lanjutnya, para pelaku usaha di sektor jasa logistik dapat semakin banyak melakukan distribusi yang bisa dijangkau, serta membuat seluruh proses pengiriman berjalan mudah karena terintegrasi satu sama lain. "Tentunya secara langsung bisa berimbas pada performa bisnis perusahaan. Di mana, proses pengiriman bisa cepat dan berjalan lancar, sehingga membuat perusahaan melakukan distribusi last mile yang lebih banyak ke berbagai titik sesuai yang dibutuhkan. Maka hasilnya, keuntungan pun bisa jauh lebih besar," katanya.

Anto menambahkan, program ini tentunya sejalan dengan komitmen Pemerintah yakni go digital, di mana mendorong transformasi digital di enam sektor. Karena targetnya agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi. "Di Indonesia sendiri, transformasi rantai pasok dan logistik yang berbasis teknologi digital terus didorong pertumbuhannya," ujarnya.

"Dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik, menurunkan biaya administrasi dan meminimalisir biaya-biaya lainnya yang tidak dibutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu, Supply Acquisition Team Deliveree, Visynu Yulaksana, menjelaskan mengenai alur pengiriman Digital Trucking dengan mudah. Dimana sistem ini diawali dari pelanggan memesan barang dan diterima oleh unit bisnis yang ada.

Selanjutnya, barang tersebut akan diproses dan akan mengemas produk barang yang akan dikirimkan. Setelah dikemas, barang akan diserahkan kepada pihak kurir ataupun jasa pengiriman barang untuk bisa dikirimkan langsung kepada masyarakat.

Selain itu, alur dari pengiriman barang yang dilakukan oleh pihak ketiga atau pihak jasa pengiriman barang tersebut akan terlacak di dalam sistem yang dimiliki oleh unit bisnis yang ada tersebut.

"Pelacakan ini juga dapat dilihat oleh para masyarakat sebagai konsumen yang menginginkan informasi lebih lanjut tentang distribusi barang logistik yang dikirimkan itu," Jelas Visynu.

Nantinya, apabila barang telah sampai, maka pihak jasa pengiriman barang akan menginformasikan barang kepada server bahwa barang telah sampai dan konsumen bisa merespon barang yang telah sampai di tujuan untuk menyeleasikan alur proses pengiriman barang kepada pihak unit bisnis tersebut.

"Dengan adanya alur semacam ini, maka transparansi dan juga efisiensi dapat dirasakan oleh kedua pihak, baik pihak unit bisnis, pihak jasa pengiriman barang, maupun kepada pihak pelanggan itu sendiri," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Jogjakarta, Bayu Setyawan Heru Purnomo, yang menjelaskan Uji Kir bagi angkutan agar lebih aman dan terjamin baik untuk driver maupun muatan yang dibawa. Tentunya dukungan teknologi digital telah diterapkan dalam proses Uji Kir kendaraan melalui penggunaan beberapa aplikasi. (*)

Credits

Bagikan