Petani dan Pelaku UMKM Dapat Kelonggaran Beli BBM

user
Ivan Aditya 19 September 2022, 13:32 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih mendapat kelonggaran membeli bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pembelian dilakukan dengan batasan takaran serta pengawasan ketat PT Pertamina dan wajib memiliki surat rekomendasi dari dinas terkait. BBM yang dibeli tersebut harus dipergunakan sesuai kebutuhan dan tidak boleh diperjualbelikan kembali.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo Iwan Setiyono, Senin (19/9) mengatakan, berdasarkan surat yang diterima dari pemerintah pusat diketahui setelah ada kebijakan penyesuaian harga BBM bahwa masyarakat masih diperbolehkan membeli BBM di SPBU menggunakan jeriken. Pembeli tersebut merupakan petani dan pelaku UMKM yang sangat membutuhkan BBM untuk menjalankan usahanya.

Para petani dan pelaku UMKM wajib memiliki surat rekomendasi dari dinas terkait untuk bisa membeli BBM di SPBU. Prosesnya, petani dan pelaku UMKM harus mendaftarkan diri ke dinas untuk selanjutnya didata dan dilakukan verifikasi. Petani dan pelaku UMKM harus bisa membuktikan kebutuhan BBM untuk menjalankan usaha dengan disertai bukti. Dinas selanjutnya setelah menerima data dan pengajuan permohonan akan melakukan pengecekan.

Surat rekomendasi yang sudah diterima para petani dan pelaku UMKM selanjutnya akan dicek dan diverifikasi ulang oleh petugas saat pengajuan pembelian BBM di SPBU. Hal ini berlaku setelah PT Pertamina melakukan pengawasan ketat dengan menempatkan petugas pelayanan khusus pembelian BBM menggunakan jeriken.

"Masih ada kelonggaran bagi masyarakat khususnya petani dan pelaku UMKM membeli BBM menggunakan jeriken di SPBU. Saat membeli wajib membawa surat rekomendasi," ujarnya.

Iwan Setiyono mencontohkan, apabila ada pelaku UMKM akan membeli BBM menggunakan jeriken di SPBU maka wajib bisa membuktikan jenis usahanya. Sebab BBM yang dibeli menggunakan jeriken di SPBU wajib digunakan sendiri untuk menjalankan usahanya dan tidak boleh diperjualbelikan lagi.

"BBM yang dibeli menggunakan jeriken misalnya oleh pelaku UMKM maka akan digunakan untuk usaha UMKM apa harus bisa dibuktikan. Itu juga tertera dalam keterangan surat rekomendasi. Memang sistemnya ketat untuk menghindari pelanggaran mengingat BBM yang dibeli bersubsidi," lanjutnya.

Pengetatan sama juga berlaku bagi petani yang akan membeli BBM menggunakan jeriken di SPBU. Petani tidak hanya wajib membawa surat rekomendasi saja, tapi juga membuktikan kebutuhan BBM untuk alat pertanian.

"Saat petani membeli BBM di SPBU tidak mungkin harus membawa traktor dan alat pertanian lainnya. Maka bisa menggunakan jeriken disertai surat rekomendasi. Tapi saat membeli tetap akan dicek dan diverifikasi petugas," lanjutnya.

Jumlah takaran BBM yang dibeli menggunakan jeriken di SPBU oleh petani dan pelaku UMKM juga dibatasi sesuai kebutuhan dalam surat rekomendasi. "Berapa liter BBM yang dibeli menggunakan jeriken di SPBU berbeda-beda antara petani dan pelaku UMKM. Semua sudah ada batasannya sesuai kebijakan pemerintah," lanjutnya.

Iwan menjelaskan, pemerintah pusat memang memberikan kelonggaran berupa pengecualian pembelian BBM menggunakan jeriken di SPBU pada petani dan pelaku UMKM sejak lama. Pengawasan ketat dilakukan dengan melibatkan pihak terkait.

"Jumlah petani dan pelaku UMKM sangat banyak. Dengan catatan BBM itu dibeli untuk kebutuhan alat usaha saja dan bukan pengisian kendaraan bermotor," lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, kebutuhan BBM menggunakan jeriken yang dibeli di SPBU dipergunakan untuk sektor pertanian dan perikanan. Banyak alat pertanian dan perikanan yang harus menggunakan BBM seperti solar untuk menggerakan mesin.

"Kebutuhannya memang BBM seperti solar, tapi ada beberapa sebagian kecil lagi alat pertanian dan perikanan menggunakan elpiji 3 kilogram. Karena barang ini bersubsidi maka dilakukan pengaturan tata cara pembelian menggunakan surat rekomendasi," ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo meminta kebutuhan petani untuk sektor pertanian dan perikanan dapat terpenuhi. BBM bersubsidi yang dibeli menggunakan jeriken di SPBU harus tetap dilayani.

"Sementara ini kebutuhan petani terpenuhi dan kami minta bisa terlayani di SPBU. Sebab sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo sekarang sudah banyak yang menggunakan alat pertanian modern dimana penggeraknya harus menggunakan BBM," lanjutnya. (Mam) 

Credits

Bagikan