Warga Lereng Merbabu Gelar Tradisi Saparan

user
Tomi Sujatmiko 20 September 2022, 10:06 WIB
untitled

Krjogja.com - BOYOLALI - Warga di wilayah lereng Gunung Merbabu tepatnya Dukuh Gunung Wijil, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali melakukan tradisi Saparan. Tradisi ini sudah turun temurun sejak nenek moyang namun saparan lebih ramai dari hari Raya Idul Fitri.

Menurut tokoh warga setempat, Putut Tetuko, tradisi saparan tersebut dilakukan sejak nenek moyang dulu hingga sekarang. “Ini sudah menjadi tradisi, kita cuman meneruskan saja. Jadi dalam tradisi ini, yang muda mengunjungi yang tua datang ke rumah rumah atau jalin silaturahmi,”katanya kepada wartawan, Senin(19/9/2022).

Dikatakan Putut, sebelum menjalin silaturahmi atau mendatangi rumah ke rumah, warga terlebih dahulu melakukan tradisi kenduri di sebuah makam dukuh. “Ya, pagi pagi warga membawa berbagai jenis makanan, seperti tumpengan, sayuran, buah buahan, kue di bawah ke makam di doakan oleh sesepuh dukuh,”jelas dia.

Ia mengatakan, ada perbedaan silaturahmi pada saat perayaan Idul Fitri dengan tradisi Saparan. Meski sama sama datang ke rumah dan saling silaturahmi, namun, dalam tradisi Saparan ini tidak saling memaafkan. Warga hanya datang makan dan minum. “Kalau Idul Fitri kan datang saling memaafkan. Kalau Saparan ini nggak. Ya, datang makan minum ngobrol ngobrol sebentar udah gitu terus pulang,”kata dia.

warga asal Mojosongo, Rohmato,(48) mengaku, setiap satu tahun sekali selalu datang mengikuti tradisi saparan di Dukuh Gunung Wijil Desa Gubug, Cepogo. Lanjutya, selain saling menjalin silaturahmi, tradisi ini juga sebagai ajang bertukar pengalaman.

“Ya, ini kebetulan teman saya. Kalau pas bulan Sapar, saya selalu di kabari untuk datang kesini. Ya, senang saja, kan ketemu juga jarang jarang,”katanya.

Kata Rohmanto, tradisi seperti ini memang harus di uri uri atau terus dilakukan. Sebab, selain untuk menjalin silaturahmi sesama keluarga, teman juga sebagai ajang tukar pengalaman.

"Tradisi seperti ini hanya saya temui di daerah Cepogo ini. Kalau desa lain di Boyolali ini saya belum pernah mendengar sih," tandasnya.(R-3)

Kredit

Bagikan