Tim Pengabdian Masyarakat SV UGM Sosialisasi Budaya Melapor di Rumah Sakit

user
Ivan Aditya 31 Agustus 2022, 23:01 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Vokasi UGM melaksanakan sosialisasi budaya aktif melaporkan insiden di rumah sakit. Sosialisasi bertema ‘Peningkatan Pengetahuan Staf Tentang Kondisi yang Dilaporkan Pada Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien’ tersebut telah dilaksanakan bertempat di RSUD Nyi Ageng Serang Wates Kulonprogo, Rabu (24/08/2022) lalu.

Tim terdiri dari Dr. Savitri Citra Budi, SKM., MPH ; Marko Ferdian Salim, SKM., MPH ; Dian Herawati, MPH ; Nia Fararid Askar, MKeb. Sosialisasi ini menurut Savitri yang juga selaku perwakilan dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM tersebut untuk meningkatkan budaya aktif melaporkan insiden di rumah sakit.

“Sosialisasi ini untuk meningkatkan budaya aktif melapor terkait dengan laporan insiden. Laporan dimaksud yaitu terkait adanya hal yang tidak aman yang memungkinkan mengenai pasien. Laporan ini sebagai dasar untuk upaya peningkatan mutu pelayana dan keselamatan pasien di rumah sakit,” kata Savitri.

Ia mengungkapkan pada umumnya budaya aktif melapor terkait dengan insiden ini belum berjalan secara berkesinambungan. Fenomena yang ditemui ketika di rumah sakit adalah staf belum mengerti atau lupa terkait kondisi yang harus dilaporkan saat melihat atau menyebabkan kondisi yang berpotensi atau kejadian insiden.

Savitri mencontohkan, misalnya di suatu rumah sakit ditemui lantai yang licin. Maka staf rumah sakit harus segera melaporkan karena itu berpotensi membuat cedera pasien jika terpeleset.

Yang terkait dengan pasien langsung, misalnya pasien nunggu antrean terlalu lama. Ini juga harus dilaporkan karena berpotensi membuat pasien pusing apalagi jika sampai pingsan.

“Mengapa belum dilaporkan, karena mereka sendiri kurang memahami terkait laporan itu sendiri. Kurang memahami, karena pengetahuan ini jarang disosialisasikan dan motivasi terkait kegiatan ini,” imbuhnya.

Walau sepintas sepele, namun menurut Savitri budaya melaporkan ini penting dilakukan oleh staf di rumah sakit. Pelaporan yang masuk tentunya akan dianalisis kemudian diambil keputusan untuk upaya perbaikan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

“Staf mengangaap bukan kewenangannya karena itu adalah kewenangan perawat atau bidang lain untuk melaporkan. Sebenarnya yang berkewenangan membuat laporan di rumah sakit itu semua staf yang di rumah sakit,” tegasnya.

Ia berharap dengan sosialisasi ini maka seluruh staf di rumah sakit dapat memahami dan melaporkan kejadian potensial cedera, sehingga pada akhirnya terbentuk budaya aktif melapor untuk keselamatan pasien. Tak perlu menunggu sampai insiden terjadi, karena suatu kejadian dapat diminimalisir dengan adanya laporan yang cepat.

“Harapannya semua staf dapat aktif melaporkan. Jika data terlaporkan maka tim pengelola laporan dapat mengelola laporan insiden, menganalisa dan melakukan upaya perbaikan sesuai dengan kasus yang terjadi. Akhirnya mutu pelayanan akan meningkat, keselamatan pasien terjamin, pemenuhan standar akresitasi tercapai dan yang lebih utama lagi rumah sakit telah menjalankan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 11 tahun 2017 tentang keselamatan pasien,” pungkasnya.

Sosialisasi diikuti sekitar 100 orang peserta yang merupakan staf maupun seluruh jajaran pimpinan RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerjasama antara Sekolah Vokasi UGM dengan RSUD Nyi Ageng Serang, Kulonprogo. (*)

Credits

Bagikan