Politik Uang, Hasilkan Pemimpin Korup

user
Danar W 20 September 2022, 18:10 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Pertarungan memperebutkan kursi lurah yang dihelat di 21 desa di Bantul, Minggu (25/9/2022) dipastikan bakal berlangsung sengit. Berbagai langkah sudah pasti diambil semua calon lurah sebagai upaya menarik simpati pemilih. Sementara Forum Masyarakat Anti Politik Uang Kabupaten Bantul terus menggaungkan agar semua calon menghindari politik uang dalam pertarungan berebut kursi lurah.

"Bahaya politik uang dan daya rusaknya sangat membahayakan. Karena politik uang ini saya nilai sebagai embrio atau benih tindakan koruptif. Sehingga ketika nanti dikalkulasi akumulasi biaya untuk money politik yang besar, tentu selama menjabat lurah, ibarat orang usaha modal belum kembali," ujar Ketua Forum Masyarakat Anti Politik Uang Kabupaten Bantul, Zahrowi, Selasa (20/9/2022).

Zahrowi mengungkapkan, dengan tingginya biaya proses untuk menjadi lurah. Dikhawatirkan ketika sudah menjabat lurah akan mendorong untuk 'memainkan' yang kadang kurang terperhatikan masyarakat.

"Sehingga harapan kita semua politik uang dalam pilihan lurah harus dilawan. Tetapi saya juga menyadari untuk menghilangkan budaya tersebut juga bukan hal yang mudah. Tetapi harus tetap mulai digelorakan melalui edukasi oleh pihak-pihak terkait," ujarnya.

Namun Zahrowi melihat fenomena politik uang dalam pilihan lurah mulai berkurang. Tetapi kondisi ini hanya terlihat dipermukaan, pihaknya belum memastikan. "Euforia pilihan lurah kenapa agak 'dingin', saja dibanding sebelumnya atau justru bagian dari strategi untuk 'Serangan Fajar'.

"Harapan kami, mudah-mudahan dinginnya ini memang dingin sesungguhnya dengan kesadaran masing masing calon yang menghindari politik uang," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDSI) Kabupaten Bantul, Ani Widayani mengatakan, 75 calon lurah sudah mendapatkan pembekalan dan melaksanakan deklarasi pilur.

"Pembekalan dan pengarahan yang diberikan sudah jelas yakni pilur harus berjalan aman dan tertib serta proses pilur harus berjalan akuntabel. Menghindari kampanye menyinggung masalah SARA karena akan meninggalkan luka mendalam dan masyarakat akan terbelah," ujar Ani.

Ani menegaskan, calon lurah mesti adu program yang baik dan ditawarkan kepada masyarakat. Bahkan jika dalam memenangkan pilihan lurah dengan politik uang justru akan menghasilkan pemerintah yang korupsi.

"Menang dengan praktek politik uang pada akhirnya akan menghasilkan pemimpin yang korup," ujarnya.(Roy)

Credits

Bagikan