JPL 'Teteg Wetan' Resmi Ditutup Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Mulai Diberlakukan

user
Ary B Prass 20 September 2022, 19:17 WIB
untitled

Perlintasan sebidang sisi timur atau teteg wetan, Wates Kabupaten Kulonprogo mulai hari ini, Selasa (20/9/2022) resmi ditutup. Selanjutnya diberlakukan uji coba rekayasa lalu lintas selama tiga hari ke depan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kulonprogo, Armansyah menjelaskan, dalam rekayasa lalu lintas, pengendara dari Jalan Diponegoro yang hendak ke Wates utara tidak lagi bisa melintasi jalur perlintasan langsung (JPL) teteg wetan dan di arahkan ke timur lewat jalan Kemiri menuju underpass Kemiri.

Sebaliknya, pengendara dari Wates utara yang ingin lewat Jalan Diponegoro harus memutar ke timur sampai pertigaan Kantor DPRD Kulonprogo lalu belok ke selatan tembus underpass Kemiri. Selanjutnya pengendara ke barat sampai di pertigaan antara jalan Kemiri dan Jalan Jogoyudan. Di pertigaan tersebut terdapat larangan kendaraan roda empat untuk tidak boleh langsung ke barat menunju jalan Diponegoro tapi harus memutar lewat jalan Jogoyudan.

"Hanya motor yang boleh lewat ruas jalan dari timur ke barat, untuk mobil harus ke selatan sampai Jogoyudan. Sedangkan mobilnya yang dari arah Jalan Diponegoro mau lewat jalan Kemiri atau barat ke timur, boleh," kata Armansyah di sela penutupan teteg wetan Wates.

Sementara itu kendaraan dari arah jalan nasional menuju jalan Jogoyudan, akan diarahkan ke pasar Wates sampai tembus jalan Diponegoro.  "Bagi pengendara yang tidak ingin lewat jalur tersebut bisa memanfaatkan teteg kulon yang tidak dilakukan penutupan," ungkapnya.

Selama uji coba rekayasa lalu lintas, Dishub akan menempatkan petugas di empat titik yakni di depan pintu teteg Wetan sebelah Utara dan Selatan, pertigaan penghubung antara jalan Jogoyudan dengan jalan Kemiri serta pertigaan kantor DPRD Kulonprogo.
 
"Kami juga memasang rambu-rambu di sepanjang titik-titik jalan uji coba rekayasa lalu lintas untuk memudahkan masyarakat," tuturnya.

Penutupan teteg wetan penting sebagai upaya meminimalisir kecelakaan perjalanan ka. Selain itu untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut. Data Dishub, sekitar 6.000 kendaraan setiap pagi memadati JPL teteg wetan. Sementara jumlah perjalanan ka setiap hari terus bertambah. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan antara pengendara dengan KA.

"Kereta bandara saja sudah 24 perjalanan sehari belum itu yang luar kota. Kemudian berdasarkan hasil survei yang lewat sini ada 6.000 kendaraan saat pagi hari," ujarnya.

Sementara itu Deputi Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Ririn Widiastuti mengatakan, alasan penutupan teteg wetan, semakin tingginya frekuensi perjalanan ka. Selama pandemi, jumlah kereta yang lewat jalur tersebut berkisar 40 dan saat ini mencapai 106 saat hari biasa dan 116 ketika memasuki akhir pekan.

"Jelang Natal dan Tahun Baru nanti pasti meningkat lagi seiring adanya permintaan tambahan angkutan untuk momen tersebut sehingga memang ini harus ditutup," jelasnya.

Alasan lain karena di Wates ada dua JPL yaitu teteg wetan dan teteg kulon yang jaraknya kurang dari 800 meter. Hal tersebut ungkapnya menyalahi Permenbhub sehingga salah satunya harus ditutup. (Rul)

Credits

Bagikan