Pemerintah Perlu Berikan Kepastian Harga Kedelai

user
Ivan Aditya 20 September 2022, 21:39 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - ‎Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor menjadi salah satu prioritas perhatian pemerintah. Sejumlah strategi sudah disiapkan oleh pemerintah pusat agar‎ agar stok kedelai di Indonesia tidak tergantung pada pasokan impor. Bahkan sebagai bentuk keseriusan dari hal itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membeli dari petani dengan harga yang telah ditentukan.

"Saya kira untuk mendorong minat petani untuk menanam kedelai, bisa dilakukan pemerintah dengan rangsangan bantuan. Misalnya bantuan pupuk, bibit dengan varitas unggul serta beberapa hal lainnya. Tidak hanya itu, supaya hasilnya bisa optimal, dalam jangka panjang perlu diadakan penelitian pertanian. Khususnya kedelai, agar ditemukan bibit unggul yang bisa menghasilkan panen yg lebih. Misalnya dengan bibit produk rekayasa genetika, agar produktifitas meningkat," kata pengamat ekonomi sekaligus dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Widarta MM di Yogyakarta, ‎Selasa (20/09/2022).

Widarta mengatakan,‎ persoalan harga yang kurang menarik menjadi salah satu penyebab petani enggan menanam kedelai dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu terjadi karena produk yang mereka hasilkan (kedelai) akan kalah bersaing dengan harga kedelai impor dari Amerika Serikat, Kanada dan Argentina.

Kondisi itu menjadikan para petani lebih tertarik untuk menanam komuditas lain yang memiliki nilai jual lebih pasti dari pada kedelai, misalnya jagung. Tindakan itu mereka lakukan karena ingin mendapatkan keuntungan lebih besar, sehingga kesejahteraan bisa meningkat.

"Masalah harga yang murah jadi alasan petani lokal enggan menanam kedelai. Dampaknya, Indonesia kekurangan pasokan kedelai dalam negeri dan harus impor. Untuk itu perlunya kepastian harga bagi para petani. Oleh karena itu untuk menaikan minat petani bertanam kedelai maka perlu campur tangan pemerintah untuk menjaga kuantitas produksi, juga perlu ada jaminan dari pemerintah terkait pasca panen," paparnya.

‎Lebih lanjut Widarta menambahkan, upaya mengurangi ketergantungan Indonesia dari kedelai impor tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Tapi butuh peran aktif dan dukungan dari para petani, karena tanpa adanya mereka semua upaya yang dilakukan tidak akan banyak berarti.

Konsekuensi dari itu pemerintah perlu memastikan harga jual kedelai tidak jatuh saat musim panen, seperti yang selama ini terjadi. Jadi adanya rencana ‎Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membeli kedelai dari petani dengan harga yang telah ditentukan, harus bisa direalisasikan dengan baik. (Ria)

Credits

Bagikan