Sepeda Motor Jadi Alat Transportasi Utama Pelajar, Ini Alasannya

user
Tomi Sujatmiko 21 September 2022, 12:44 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Dosen Teknik Sipil (Transportasi) Universitas Janabadra Yogyakarta, Risdiyanto meraih gelar doktor usai meneliti karakteristik pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta dalam memilih moda transportasi untuk berangkat ke sekolah/kampus.

Hasil penelitian Risdiyanto tersebut bisa menjadi rekomendasi kebijakan yang diusulkan ke pemerintah untuk meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum, sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan lalu-lintas. Dalam penelitiannya, ada tiga moda transportasi yang diperbandingkan yaitu sepeda motor, ojek online dan Bus Trans Jogja. Hasilnya, dari 527 responden (pelajar dan mahasiswa), sebanyak 354 orang (67,2%) menggunakan sepeda motor, ojek online 93 orang (17,6%), dan bus Trans Jogja 80 orang (15,2%).

Sepeda motor banyak dipilih karena faktor waktu tempuh, biaya perjalanan dan variabel laten kenyamanan. Ojek online dipilih, selain ada faktor waktu tempuh dan biaya perjalanan juga karena ada variabel laten yaitu gaya hidup. Sedangkan Bus Trans Jogja dipilih karena dipengaruhi waktu tempuh, biaya perjalanan dan variabel laten kenyamanan.

"Variabel usia hanya berkorelasi signifikan pada gaya hidup ojek online, sementara kepemilikan SIM berkorelasi signifikan pada gaya hidup ojek online dan kenyamanan Bus Trans Jogja," kata Risdiyanto saat mempertahankan disertasinya dengan baik pada Ujian Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Mohammad Natsir, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu, 17 September 2022.

Disertasi Risdiyanto berjudul 'Model Pemilihan Moda Sepeda Motor, Ojek Online dan Bus Perkotaan oleh Pelajar dan Mahasiswa dengan Mempertimbangkan Variabel Laten'. Risdiyanto lulus dengan predikat cumlaude dengan IP 3,98 (hampir sempurna) dan menempuh studi dalam waktu singkat yaitu 4 tahun. Risdiyanto merupakan lulusan perdana pada Program Studi Teknik Sipil, Program Doktor FTSP UII yang dibuka tahun 2017 lalu.

Menurut Risdiyanto, hadirnya ojek online ternyata menggeser peran angkutan umum. Agar angkutan umum (Bus Trans Jogja) lebih diminati oleh masyarakat, perlu upaya pengurangan waktu tempuh. Selain itu tarif harus dibuat kompetitif agar tidak membebani siswa sekolah/mahasiswa. Kenyamanan bus kota juga harus ditingkatkan. Lalu perlu upaya menekan jumlah pemakai sepeda motor, misalnya larangan siswa SMA mengendarai sepeda motor pada momen tertentu. Kemudian diperlukan usaha agar ojek online dapat berkontribusi dalam penggunaan angkutan umum, yaitu sebagai feeder service. (Dev)

Credits

Bagikan