Deteksi Glaukoma Lebih Dini dengan Prosedur IMA, Emma Rusmayani Raih Doktor

user
Tomi Sujatmiko 21 September 2022, 13:45 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Glaukoma merupakan salah satu penyebab kebutaan terbanyak di seluruh dunia. Diagnosis Glaukoma saat ini ditegakkan melalui pemeriksaan secara serial dan tidak hanya sekali.

Memahami situasi ini, dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospital and Clinics, Dr dr Emma Rusmayani SpM(K) memberikan alternatif deteksi lebih dini glaukoma dengan metode yang sederhana dan harga yang relatif lebih terjangkau. Yaitu melalui penanda biologis Ischemia Modified Albumin (IMA).

Penelitian Emma berjudul 'Tinjauan Kadar Ischemia-Modified Albumin, Tumor Necrosis Factor Alfa, dan Malondialdehyde Pada Humor Akuos dan Serum Darah Sebagai Penanda Iskemia Lokal dan Sistemik Pada Glaukoma Primer' mengantarkannya meraih gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada.

Penelitiannya berlangsung April 2021-Juni 2021 dan melibatkan 74 subjek. Pemaparan hasil penelitian secara rasional, sistematis dan empiris disampaikan Emma Rusmayani pada Ujian Terbuka, Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Yogyakarta yang berlangsung, Selasa (20/9/2022).

Dijelaskan Emma, deteksi dini glaukoma melalui penanda biologis IMA ini merupakan uji penanda biologis iskemia (kurangnya aliran darah ke dalam organ tubuh tertentu) yang sudah umum dilakukan pada diagnosis penyakit kardiovaskular atau penyakit sistemik lainnya.

Patogenesis (proses perkembangan penyakit) yang terjadi pada glaukoma, salah satunya adalah proses iskemia kronik. Pemeriksaan kadar IMA humor akuos bertujuan untuk menggambarkan kerusakan yang terjadi akibat proses iskemia tersebut. "Pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi alternatif deteksi yang lebih dini pada glaukoma dibanding metode pemeriksaan yang sudah ada," ujar Emma.

Menurutnya, sampel diambil bukan melalui darah, akan tetapi dengan mengambil cairan humor akuos di dalam mata. Di dalam cairan tersebut apabila terlihat hasil IMA yang tinggi, dapat disimpulkan sudah terjadi proses iskemia dan penipisan RNFL yang merupakan alarming sign dari pasien glaukoma. "Dengan adanya proses yang mudah dan harganya yang cukup terjangkau, teknik ini dapat mendeteksi adanya kerusakan mata akibat glaukoma lebih dini sehingga mencegah kebutaan," kata Emma. (Dev)

Credits

Bagikan