Petani Pituruh Purworejo Ekspor Kacang Hijau

user
Ary B Prass 21 September 2022, 16:17 WIB
untitled

Krjogja.com -  Petani Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo mengekspor kacang hijau ke sejumlah negara Asia. Petani mampu menghasilkan kacang hijau dengan kualitas bagus dengan produktivitas mencapai 1,9 ton per hektare.  

Ekspor perdana kacang hijau itu menargetkan Taiwan, China, Filipina, dan Vietnam sebagai negara tujuan. Sebelum peluncuran ekspor, digelar panen perdana yang dihadiri Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian (Kementan) Ir Yuris Triyanto, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, perwakilan balai karantina pertanian, eksportir, dan petani Kecamatan Pituruh.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo Hadi Sadsila mengatakan, pemerintah memfasilitasi kerja sama petani dengan eksportir. "Kacang hijau bisa mereka beli untuk diekspor ke berbagai negara," ungkapnya, kepada KRJOGJA.com, usai panen raya kacang hijau di Megulung Lor, Rabu (22/9). 
 
Luas area budidaya kacang hijau di Kabupaten Purworejo mencapai 3.000 hektare. Sebagian besar budidaya dilakukan petani di Kecamatan Pituruh dengan luasan 1.900 hektare. 
 
Petani, lanjutnya, memilih budidaya kacang hijau karena dinilai lebih menguntungkan. Harga jual kacang hijau tingkat petani pada masa awal panen mencapai Rp 18.000 - Rp 19.000 perkilogram. "Petani kacang hijau di Pituruh dulunya menanam kedelai, tapi karena harga jual rendah, mereka memilih kacang hijau," terangnya. 
 
Petani di Pituruh membudidayakan kacang hijau varietas Vima 1, Vima 3, dan Vima 5. Mereka menanam komoditas itu saat kemarau setelah musim panen kedua tanaman padi. "Pola tanam teratur padi-padi-palawija dan perawatan yang baik mampu memberi hasil maksimal. Bahkan dengan produktivitas 1,9 ton per hektar, produksi di Pituruh ini jauh di atas rata-rata Jawa Tengah yang 1,1 ton per hektar," paparnya.
 
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, pemerintah kabupaten mengapresiasi peran kementerian dan pemprov dalam membina serta membantu petani kacang hijau Purworejo. "Harapan saya sinergisitas ini berjalan semakin baik sehingga target Kabupaten Purworejo memiliki areal kacang hijau seluas 3.000 hektare yang dibudidayakan secara intensif seperti halnya di Pituruh, bisa diwujudkan," tegasnya. 
 
Sementara itu, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan Yuris Triyanto mengemukakan, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penghasil kacang hijau terbesar di Indonesia. Untuk menjaga produksi, katanya, Kementan sedang mengonsep Kampung Kacang Hijau yang merupakan sentra budidaya komoditas itu dari hulu ke hilir. 
 
Kampung Kacang Hijau memiliki sentra penangkaran benih, pemuliaan tanaman, pengembangan kawasan. "Lalu ada yang beli hasil panen dan ada eksportirnya. Untuk Megulung Lor ini sudah sangat lengkap dari sisi pra produksi, produksi hingga pascapanen," ungkapnya. 
 
Namun, untuk menjadi Kampung Kacang Hijau diperlukan sarana pertanian antara lain mesin traktor, alat tanam, mesin panen, dan rumah UV. "Saya minta nanti dinas terkait dan pemerintah desa untuk segera menindaklanjuti pengajuan sarana kepada pemerintah pusat," tuturnya. 
 
Peluang ekspor kacang hijau, lanjutnya, masih terbuka luas seiring terjadinya krisis pangan di berbagai negara. Kacang hijau bahkan menjadi komoditas ekspor hasil pertanian terbesar di Indonesia tahun 2020 dengan nilai 52 juta dollar AS.(Jas)
 

Credits

Bagikan