Program Zero TB di Kulonprogo Segera Berakhir

user
Ivan Aditya 21 September 2022, 17:29 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, dr Sri Budi Utami MKes prihatin lantaran stigma negatif masyarakat terhadap penyandang Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih ada. Akibatnya banyak penderita memilih tidak berobat ke layanan kesehatan agar sakitnya tidak diketahui lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, angka kesembuhan penderita TB sebenarnya bisa tinggi jika upaya deteksi dini dilakukan dengan diikuti pengobatan yang baik dan sesuai aturan. Ironisnya hal tersebut terkendala masih adanya stigma dari masyarakat dan lamanya proses pengobatan penyakit tersebut.

"Kami mengajak semua pihak, khususnya para kepala puskesmas dan panewu agar ada perbaikan, sehingga temuan kasus lebih banyak dan penanganannya bisa lebih baik," kata dr Sri Budi Utami, usai penyampaian hasil akhir zero TB di Aula Adikarto Gedung Kaca, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (21/09/2022).

Diungkapkan, progam Zero TB di kabupaten ini sudah dilaksanakan sejak 2019, dimulai skrining di salah satu pondok pesantren. Hingga kini, kasus TB masih cukup tinggi di Indonesia.

Kendati demikian, temuan kasus TB masih kecil sekitar 30-35 persen dari target. Padahal dari segi jumlah, TB di Indonesia diperkirakan tinggi. Kendala lain, adalah waktu pengobatan yang lama dan kadang menjadi tidak tuntas. "Kondisi tersebut harus menjadi perhatian, agar penanggulangan kasus TB bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Mengingat program Zero TB di Kulonprogo akan segera berakhir maka pihaknya berharap masih ada dukungan dalam bentuk program lain agar penanganan TB di sini bisa lebih baik lagi. Sementara itu Ketua Zero TB DIY, Rina Triasih berharap program Zero TB yang dilaksakanan timnya, bisa dilanjutkan oleh pihak lain seperti pemerintah kapanewon. "Mengingat TB penyakit yang kompleks sehingga penanganannya butuh kerjasama lintas sektoral," tuturnya. (Rul)

Program Zero TB di Kulonprogo Segera Berakhir

Credits

Bagikan