Wabah PMK Melandai, Peternak Tunggu Janji Ganti Rugi Kematian Hewan

user
Agusigit 21 September 2022, 18:14 WIB
untitled

 
BANTUL - Serangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bantul kian mengendor.  Kini warga yang hewan ternaknya mati akibat PMK menunggu realisasi ganti rugi dari pemerintah. Sebagaimana diketahui bahwa besaran ganti rugi  Rp 10 juta untuk satu ekor sapi, sementara  kambing  Rp 1 juta.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo MSi mengatakan, perihal ganti rugi untuk hewan yang meregang nyawa akibat PMK sampai pertengahan September ini belum terwujud. Karena hingga  ini belum ada kejelasan terkait keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kompensasi tersebut. "Hingga  kini sama sekali belum ada perkembangan terkait  ganti rugi bagi hewan ternak yang mati akibat PMK di Bantul," ujar Joko Rabu  (21/9).
 
Sedang Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Bantul, Agus Riyadmadi menjelaskan, di Kabupaten Bantul keseluruhan terdapat 93 ekor ternak diajukan agar  mendapatkan ganti rugi. Dari jumlah tersebut, sapi mendominasi  jenis ternak yang diajukan. Terkait  realisasi program pemerintah pusat itu semua masih dalam proses. Pihaknya memastikan di Kabupaten Bantul belum ada satupun peternak  menerima ganti rugi  ternak korban PMK.
 
Salah satu peternak sapi warga Dusun Depok Kalurahan Wonolelo Kapanewon Pleret, Yuli Nuryanto, mengatakan punya harapan besar program ganti rugi dari pemerintah pusat bagi hewan ternak mati akibat PMK terealisasi. Karena begitu wabah PMK merebak,  banyak petani kolaps setelah ternaknya mati. Beban tersebut  sangatlah berat ketika harus dipikul warga.
 
"Tentu warga pemilik sapi yang mati akibat PMK sangat bahagia, andaikata program ganti rugi itu benar-benar terealisasikan.  Peternak berharap ganti rugi,"  ujarnya. (Roy)
 

Credits

Bagikan