Tunawisma dan Napi Ikut Disensus, Registrasi Sosial Ekonomi Sasar 306 Keluarga

user
Tomi Sujatmiko 23 September 2022, 14:06 WIB
untitled

Krjogja.com - KARANGANYAR - Registrasi sosial ekonomi (Regsosek) di Kabupaten Karanganyar bakal dimulai 15 Oktober-14 November 2022. Sebanyak 1.522 petugas sensus bakal menyambangi 306 ribu sasaran yang berada di rumah, gelandangan hingga narapidana.

"Metodenya dengan wawancara. Sedangkan datanya dicatat di dokumen kertas serta ditulis. Tiap pengambilan data sasaran dipastikan langsung dari wawancara. Enggak boleh by phone. Dibuktikan dengan geotag dan foto di lokasi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar, Dewi Tri Rahayu kepada wartawan di sela sosialisasi Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) kepada lurah/kades se-Karanganyar di Taman Sari Hotel, Rabu (21/9).

BPS Karanganyar telah merekrut 1.522 petugas sensus yang akan mengambil data sasaran di 178 desa/kelurahan di 17 kecamatan. Seluruh warga bakal diambil datanya tanpa kecuali. Termasuk tunawisma hingga narapidana.  "Pendataan rumah tangga biasanya yang didata itu yang memiliki rumah, akan tetapi ada penduduk yang tidak memiliki rumah juga atau bersifat nomaden dan ini akan jadi target pencatatan regsosek," katanya.

Dia mengatakan pelaksanaan pencatatan kepada tunawisma akan dilakukan berbeda dengan masyarakat pada umumnya, di mana pencatatan akan dilakukan pada malam hari untuk mempermudah kegiatan pendataan. "Tunawisma juga memiliki hak untuk mendapatkan beragam program bantuan pemerintah juga jadi melalui pencatatan ini dapat mempermudah menakar kondisi mereka," tambahnya.

Bagi warga yang dicabut haknya karena berkasus hukum, BPS tetap melakukan regsosek. Hanya saja bagi mereka yang berada di lembaga pemasyarakatan dan sudah mendapat vonis berkekuatan hukum tetap. Lalu, sudah menjalani vonis di lapas minimal satu tahun. Adapun materi pertanyaan regsosek setebal empat halaman yang akan disampaikan secara tanya jawab petugas sensus dengan sasaran. (Lim)

Credits

Bagikan